Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

randomly

Tidak semua kebersamaan akan berakhir pada cinta , walau untuk terus bersama tentu saja membutuhkan cinta .
Tapi tidak semua cinta berarti harus saling memiliki , karena ada beberapa hal yang memang dicintai tapi tidak bisa dimiliki.
Dan ada beberapa hal yang harus dimengerti bahwa tidak harus semua cinta berakhir dengan saling memiliki karena ada beberapa hal yang memang dipertemukan tapi tidak untuk dipersatukan dan terikat .
Ada beberapa hal yang tidak akan bisa dimengerti oleh orang-orang entah sekeras apapun usahamu untuk menjelaskannya , entah penjelasanmu kurang meyakinkan atau bisa saja mereka terlalu malas untuk mengerti dan memahami penjelasanmu karena tidak seperti yang mereka inginkan .
Lucu memang , ini hidup kita tapi harus berjalan seperti apa yang mereka inginkan .
Pada awalnya mungkin akan terlihat seperti nyata walau tidak pada kenyataannya . tidak perlu susah payah untuk meyakinkan semua orang ketika kamu tahu apa yang terjadi sesungguhnya , sama seperti kita yang bebas menjalaninya orang-orang pun bebas berpendapat tentang hal ini.
Semua bebas selama kamu masih bisa menelusuri antara batas khayal dan kenyataan , ketika kamu masih tau antara mana mimpi dan mana dunia nyata , berhentilah ketika semua mulai terasa sulit untukmu . jangan pernah berusaha untuk tetap terlelap ketika kamu tahu telah berada jauh dari batas khayal dan kenyataan.
Tidak heran semua hal yang terasa istimewa akan berakhir dengan biasa saja karena sudah terbiasa , sama dengan semua orang perlahan-lahan mereka akan lupa akan scenario yang mereka inginkan dan membebaskanmu dari tuntutan dan harapan mereka .
Masalah akan berakhir dengan akhir yang seperti apa , itu bukan pertanyaan yang harus dipusingkan walau terkadang tujuan perjalanan harus diperjelas . selama kamu tahu dimana kamu berdiri dan masih sadar ada beberapa hal yang tidak bisa kamu lewati begitu saja semua masih terasa baik-baik saja , masalah mulai datang ketika kamu lupa dimana kamu dan ketika perlahan-lahan kamu runtuhkan sendiri larangan-larangan itu . dan ketika kamu sudah berjalan terlalu jauh , masih mungkinkah untuk kembali? Tidak ada yang tahu tidak pula dengan dirimu, sama seperti berjalan di atas semen yang belum kering kau mungkin menemukan jalan pulang tapi masih ada jejak yang tertinggal di atas semen.
Tidak perlu khawatir , tidak perlu pula mencemaskan hal-hal yang belum terjadi .penyesalan memang ada di akhir tapi tidak semua penyesalan berakhir buruk walau kekecewaan pasti ada .
 kalau memang membuatmu bahagia lakukan tapi jika terasa mulai menyesakkan maka tinggalkan , tidak perlu mempertahankan hal-hal yang membuatmu menyesal di kemudian hari. Lebih baik sakit sekarang daripada nanti , lebih mudah membunuh hama ketika belum menjalar kemana-mana.

source: ask.fm



cerita si kunang-kunang kecil

Dan tak mungkin untukku untuk gapai cintamu , walau rasa dihati ingin memilikimu- agnes monica
kamu tahu apa yang saat ini aku takutkan? aku takut kalau semuanya berakhir
aku tidak pernah benar-benar siap dengan perpisahan , pun begitu dengan saat ini.
sebaik apapun aku menyiapkan nya tetap saja akan terasa menyakitkan , benar kan?
aku terbiasa untuk bersikap baik-baik saja dan pada akhirnya aku menjadi terbiasa dengan berbohong mengatakan bahwa aku tidak apa-apa.
tapi aku tidak bisa untuk mengatakan bahwa aku siap mengakhiri ini semua , walau sesungguhnya aku harus bersiap-siap karena waktunya akan datang.
jadi aku akan mengatakan ini padanya , mungkin ini terdengar sedikit menyakitkan untuknya , jadi maafkanlah aku jika nantinya ini akan menyakitinya. 

pinjamkan dia padaku. sebentar saja . sesaat sebelum aku harus terbangun dari mimpi yang bisa dibilang indah ini. setidaknya sebelum sinar bulan berganti dengan sinar matahari datang biarkan aku menikmati berbagi tawa dengannya .
biarkan tangan nya yang besar dan hangat menggenggam tangan mungilku yang kedinginan.
biarkan untuk sesaat bahu lebarnya menjadi tempat kepalaku untuk bersandar.
setidaknya sampai matahari terbit dari ufuk timur, biarkan dia bersamaku di sisa malam.
setidaknya untuk yang terakhir sebelum aku menghilang, sebelum aku meletakkan semuanya di tempat semula.
manusia memang tidak pernah puas dan aku sendiri tahu tentang hal itu. 
tapi, tentang perasaan tidak ada yang mengendalikannya pun begitu dengan aku.
tentang siapa kita harus bertemu dan menjatuhkan hati , semua terkadang terjadi dengan cepat seolah terjadi begitu saja dan pada akhirnya gesekan itu membuat kita terkejut dan memaksa untuk berbohong dan menyangkal semua kebenaran.
dan memang perjanjian tetaplah perjanjian , setelah matahari terbit kembali maka aku harus mengembalikan semuanya ketempat semula, tanpa terkecuali.
termasuk perasaan yang diam-diam mulai muncul.
tidak terlihat susah walau pada akhirnya akan meninggalkan bekas, pertahanan yang aku buat sedari awal memang hampir hancur tapi setidaknya dia hancur disaat yang tepat, ketika matahari akan terbit. 
dan aku juga tidak ingin mengingkari janji yang aku buat sendiri. 
jadi apapun yang pernah terjadi , dan apapun yang sesungguhnya aku rasakan bukanlah hal yang penting . 
karena memang dari awal kami bukanlah 2 orang yang dipertemukan untuk berakhir dengan bersama selamanya. 

seperti kunang-kunang terbang dengan cahaya di ekornya. kecil tapi indah. seekor kunang-kunang hanya bisa menyalakan ekornya semalaman. esok pagi , saat matahari datang menerpa hutan kecil ini, lampu kunang-kunang itu akan padam selamanya. mati.pergi. tetapi mereka tidak pernah mengeluh atas takdir yang singkat itu. mereka tidak pernah menangis atas nasib sependek itu. malam ini, meski mereka thau besok akan pergi, mereka tetap riang terbang menghiasi hutan- tere liye 
begitulah aku , si kunang-kunang kecil .


flower boy next door

Halo , kali ini aku pengen nyeritain tentang seorang gadis dari drama korea . namanya go dok mi (park shin ye) Mungkin di antara kalian ada yang ngga suka nonton korea , terus pengen skip gitu aja sama post yang ini . tunggu sebentar , aku nggak bakal ngebahas drama ini secara berlebihan kok . aku nggak bikin review ataupun synopsis drama ini udah banyak tersebar dimana-mana , oke. Jadi gini….

Drama ini judulnya , flower boy next door . ceritanya sedikit beda sama beberapa drama korea kebanyakan di drama ini nggak ada nangis-nangisan buat rebutin harta warisan , putera mahkota , gadis miskin yang disukai setengah mati sama pria kaya , orang tua yang kejam karena ngga boleh anaknya jatuh cinta sama yang beda kasta . nggak ada disini makanya aku bilang drama ini beda ,drama ini ngajak kita buat berani menghadapi ketakutan-ketakutan yang kita alami , tentang mimpi , tentang menghadapi orang-orang yang ngga sepenuhnya menyukai kita.  drama ini nyeritain seorang gadis namanya go dok mi yang penyendiri , terus seorang jenius pencipta game dan pencinta bola Enrique yang nantinya berusaha membantu dok mi keluar dari sarangnya , serta seorang webtoon bernama oh jae won yang kemudian merubah namanya menjadi oh jin rak dan menyukai dok mi diam-diam selama 3 tahun bertetangga dengannya. go dok mi sendiri diperanin sama park shin ye , mungkin kalian yang ngeliat go dok mi pertama kali bakal ngerasa asing tapi  kalau diliat lagi bener-bener go dok mi adalah pemeran utama wanita di drama korea yang terkenal banget tahun lalu the heirs , iyaa go dok mi adalah cha eun sang !aku juga awalnya ngga ngeh nyampe akhirnya waktu nonton lagi untuk kedua kalinya drama ini langsung bilang ”loh , cha eun sang! Pantes cha eun sang mukanya ga asing ternyata dia go dok mi”  .  kalau Enrique sendiri diperanin sama yoon si yoon ,sedangkan oh jin rak di peranin sama kim ji hoon. terus kenapa sama go dok mi?

Go dok mi adalah seorang gadis penyendiri dan menutup dirinya dari dunia luar . dok mi sendiri di drama ini di gambarkan sebagai seorang rapunzel yang mengurung dirinya di kamarnya, apartemen 402. Untuk menghidupi dirinya dia bekerja sebagai editor dan tidak pernah mau namanya di cantumkan di dalam buku yang telah disuntingnya . cerita punya cerita ternyata dok mi mempunyai masa lalu yang kelam dan membuat ia trauma untuk berhubungan dengan dunia luar , semua berjalan begitu suram hingga ia bertemu dengan seorang pria bernama Enrique yang menyadari bahwa dok mi ini adalah seorang gadis yang kesepian dan bertekad untuk membantu dok mi agar menjalani hidup yang lebih normal seperti kebanyakan orang . namun pada akhirnya Enrique malah jatuh cinta kepada go dok mi begitu pula dengan dok mi sendiri , sayangnya bukan cerita cinta go dok mi yang pengen aku bahas disini kali ini tapi tulisan-tulisan dok mi itu sendiri .

Di drama ini beberapa kali dok mi selalu menuliskan fikirannya melalui tulisan-tulisan yang ia simpan sendiri , dia lebih leluasa menuliskan semuanya daripada membicarakannya dengan orang-orang dan di sisi ini kenapa aku begitu menyukai dok mi adalah aku “hampir” seperti dok mi tapi yang jelas aku bukan rapunzel seperti dok mi selain itu cara dok mi menuliskan pikirannya , aku suka banget . 

Seberapa rapuh dan menakutkan cinta yang tak terbalas? Walau cinta tak berbalas selalu mendapatkan jalan masuk , begitu cinta itu terjebak di dalam, ia tidak bisa mendapatkan jalan keluar. Walaupun aku yang pertama kali memulainya, jika ia pergi dari pandanganku pada suatu hari tanpa sepengetahuanku , cinta itu akan berakhir begitu saja tanpa tujuan . tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk berbunga , cinta yang tidak akan pernah berbuah ..seperti sebuah benih yng terlupakan; itu adalah cinta yang tak berbalas (episode 1)

Orang yang berfikir kalau kebahagiaan adalah sesuatu yang bisa mereka rengkuh setiap saat , betapa bahagianya mereka? Wanita itu selalu saja menjadi gugup setiap kali ia merasa bahagia. Bagi wanita itu kebahagiaan layaknya balon tiup yang biasa dimainkan saat ia masih kecil disaat ia menyentuh bola balon yang berwarna pelangi disekelilinya, balon tersebut pecah. Dihadapan kebahagiaan, wanita itu menyerah sebelum ia berusaha menggapainya (episode 2)

Mulut wanita itu seperti keran rusak di desa pegunungan. Tidak pernah sekalipin keluar saat dibutuhkan, tapi seperti keran rusak hanya berfungsi di keheningan malam. Semua kata-kata yang tak mampi terucap saat itu akan keluar saat momen itu sudah lewat. Lain kali, akan kupastikan untuk menanggapinya seperti ini. Inilah cara aku membalas dengan komentar.hal ini, yang selalu dia janjikan kepada dirinya sendiri. Wanita itu selalu mengatakan kalimat yang paling mengesankan ketika dia sendirian di kamarnya (episode 2)

Apa kebenaranmu? Beritahu aku yang sejujurnya. Kapanpun seseorang menanyakan itu padanya dia tetap menutup mulutnya. Kebenaran adalah sesuatu yang tampil seperti permen atau coklat saat pembungkusnya dikupas. Seperti kulit yang diperlukan untuk melindungi darah dan daging dibawahnya , kebohongan diperlukan untuk melindungi kebenaran. Ketimbang tetap jujur dan mengungkap semua luka-lukanya menampakkan senyum ceria di wajahnya dan berbohong terasa 
lebih aman baginya (episode 4)

Setiap saat wanita itu melangkah ke dunia luar ia sering merasa tidak terlihat. Doa terdorong kesana kemari dan terinjak saat ia berbaur di tengah keramaian dia seolah tidak terlihat di mata orang lain itu sebabnya wanita itu bersembunyi di dalam kamarnya. Kamarnya yang kecil itu terasa nyaman baginya, bagai sangkar burung yang sayapnya telah patah. Di dalam ruangan itu ia dapat bernafas dengan bebas. Dia tidak pernah membayangkan dunia luar, atau merindukan dunia luar sana. Setidaknya sampai saat ini (episode 5)

Wanita itu percaya takdir adalah benang yang diam-diam menghubungkan hatinya dengan yang lain. Mengikuti benang yang tak terlihat itu, merasakan getarannya yang lemah sekalipun, adalah hal yang menghubungkan tiap orang untuk saling merasakan dan mengerti satu sama lain. Saat hatinya tiba0tiba tercampur dangan banyak hati yang lain, wanita itu mulai merasa tak tenang jadi takdir ku mohon berhentilah menyentak hatiku begitu keras untuk menarikku masuk (episode 6)

Sebenernya masih banyak lagi tapi ntar kepanjangan, kalo emang penasaran ya nonton sendiri ajaaa :3  kalo aku sendiri sih emang ga bosan walau yaa emang ga kayak drama kebanyakan sih yang nyeritain cinta-cinta sama kekayaan gitu tapi gatau kenapa aku suka aja sama drama ini . ya gimana ya drama ini tuh nyeritain yang dari kita harus bisa ngungkapin apa yang kita rasain , harus berani ngelawan ketakutan kita sendiri , harus berani keluar dari zona nyaman kita , harus bisa nentuin pilihan sama siap nanggung resiko nya juga ya pokoknya yang ngga serumit drama korea umumnya. Oh iya satu lagi ini yang aku suka tapi ini bukan dari sisi go dok mi apa Enrique tapi dari sisi fans fanatiknya Enrique kalo ngga salah namanya Bae bok , kebanyakan fans enrique menganggap bahwa enrique ini seorang peri.

Dia adalah seorang peri , tapi aku yakin hidup seperti peri sangat sulit. Karena dia harus memikirkan orang lain lebih dari dirinya sendiri. Namun karena orang lain tak percaya akan keberadaan peri, para peri selalu kesepian dan merasa sedih. Namun mereka tak boleh menunjukkan kesedihannya. Karena mereka harus selalu ceria, itu sebabnya para peri selalu dikelilingi oleh cahaya terang.


Udahaaan yeee J good bye! Happy reading terus kalo masih penasaran coba aja ditonton dulu ceritanya ringan kok ngga njelimet

cerita lanjutan "ayah"

ini lanjutan cerita setahun yang lalu , cerita yang harusnya untuk lomba tapi keburu habis deadline cerita sebelumnya dibaca dulu di sini sebelum lanjut ke sini ,
--------------------------------------------------
Ayah , kini putri kecilmu yang dulu selalu kau temani kemanapun ia melangkah , putri kecilmu yang ceroboh dan selalu menghilangkan barang-barang , putri kecilmu yang selalu kau manjakan , putri kecil yang selalu kau doakan dalam setiap sujudmu sudah berubah menjadi seorang gadis yang sedang menuju dewasa . tapi dia tetap membutuhkan seseorang sepertimu ayah , sosok hangat yang selalu menunggunya untuk pulang kerumah , sosok ramah yang selalu menyapa baik semua teman-temannya yang datang kerumah , sosok penuh pengertian ketika kesalahan demi kesalahan terulang untuk kesekian kalinya , sosok penuh rasa sabar ketika menghadapi putri nya yang keras kepala .
Tapi ayah, sekarang semua sudah berubah . bukan cuman aku dan ayah yang berubah tapi keadaan juga ikut berubah , rumah kita , semuanya sudah berubah yah . tidak pernah sama semenjak ayah pindah , tidakkah ayah menyadari nya? Tidakkah ayah ingin kembali ke rumah kita dulu? Tidakkah ayah ingin menonton Thomas uber cup bersama-sama seperti dulu ketika musim bulu tangkis sudah tiba yah? Tidakkah ayah ingin begadang bersama demi menonton Negara favorit kita di lapangan hijau saat musim piala dunia sudah tiba ? tidakkah ayah ingin menonton film bersama-sama di ruang tengah saat hujan tengah mengguyur dengan deras? Masih teringat dengan jelas jika sudah hujan seperti itu ayah akan berkata “mau mie rebus ngga?” dan aku akan langsung bersemangat mengikuti ayah menuju dapur untuk membuat mie rebus;teman menonton film. Ayah semua sudah terjadi sangat lama 5-6 tahun yang lalu tapi seperti baru terjadi kemarin ketika aku mengingatnya kembali,
Ayah , harus aku akui kita bukanlah “teman” yang selalu akur dulu .kita punya banyak kesamaan dalam sifat dan dalam memperlakukan orang ,hal-hal yang harusnya mempersatukan kita berubah seperti menjadi boomerang untuk kita berdua yah . kita sama-sama bisa berubah emosinya dalam hitungan detik kita gampang untuk marah dan gampang pula untuk melupakannya . sama seperti ayah, tidur merupakan senjata sakti ketika aku mulai marah . ayah selalu berbeda ketika ayah bangun tidur ayah seperti meletakkan masalahnya dalam tidurnya , itu yang aku perhatikan dari ayah ketika ayah marah setelahnya ayah akan tidur dan setelah itu semua berubah menjadi baik-baik saja. Sama seperti ayah , memilih untuk bersabar dan tidak melakukan apa-apa ketika sudah tersakiti oleh seseorang ayah tidak pernah mengajarkan membalas apapun perbuatan orang .apakah ayah mengajariku untuk menjadi pengecut? Tidak , karena tentu saja ayah yang akan maju jika aku sudah begitu terluka . tidakkah ayahku terlihat seperti seorang superhero? Kita tidak pernah akur setiap harinya selalu ada pertengkaran diantara kita berdua, ayah yang terkadang mempermasalahkan hal sepele dan aku yang tidak pernah mau disalahkan , bukankah kita pasangan yang tepat ayah?
Aku tahu ayah telah banyak menghabiskan waktunya .tidak. bukan hanya waktu tapi juga tenaga dan pikirannya untuk putri kecilnya yang kini sudah berubah menjadi gadis ini , aku selalu bertanya tidakkah ayah menyesal memiliki putri seperti aku? Aku tidak cantik seperti putri-putri dalam kartun Disney yang selalu kita tonton bersama , mungkinkah itu alasan ayah mengapa ayah selalu bercerita tentang si kancil mencari timun , bawang merah bawang putih, timun mas dan kawan-kawannya? Selalu yang aku ingat adalah ketika mendengarkan lagu shalawat badar itu adalah lagu pengantar tidur untukku dulu. Aku masih selalu teringat ayah ketika aku mendengarkannya. Apakah ayah menyesal karena aku tidak sepintar putri-putri teman ayah? Berkali-kali ayah berkata “ayah tahu kamu nggak bodoh , kamu pintar sayangnya kamu kurang rajin.makanya rajin biar nilainya bagus terus” ayah selalu menjadi orang yang percaya bahwa aku ini pintar , aku bisa melakukan apa saja karena aku pintar . walau aku berkali-kali bilang kau tidak sepintar yang ayah bayangkan tetap saja ayah selalu mempercayai aku . iya , ayah selalu percaya aku bisa melakukan hal-hal yang lebih dari yang sudah aku perbuat.
Ayah tidak hanya menjadi satu-satunya orang yang percaya aku bisa melakukan apapun , tapi juga menjadi orang yang selalu percaya bahwa aku bisa merubah menjadi lebih baik dari sebelumnya , ayah juga menjadi orang yang selalu memberiku kesempatan berkali-kali walau berkali-kali juga aku gagal tapi ayah selalu percaya bahwa aku akan berubah. Dan sekarang aku sudah berubah ,tapi tetap saja aku masih mengecewakan ayah . entah sebesar apa sesungguhnya kekecewaan ayah terhadapku ayah tidak pernah menampakannya . yang aku tahu aku tidak pernah membanggakannya jadi rasanya wajar jika dia kecewa padaku.

jika aku boleh menghitung sudah berapa banyak waktu yang terbuang Selama ini masih bisakah aku menggantinya yah? Aku masih sama seperti yang dulu yah walau aku sekarang bukan gadis kecil tapi selamanya aku masih akan terus menjadi putri kecil untukmu yah . aku sudah dewasa aku sudah berubah menjadi seorang gadis tapi aku tetap dan masih akan terus membutuhkan ayah , aku tahu aku tidak pernah menjadi seseorang yang bisa ayah banggakan dalam setiap pertemuan ayah dengan teman-teman ayah .aku terlalu biasa untuk dibanggakan , aku sendiri memahami hal itu yah . aku tahu ayah adalah orang yang sangat menghargai janji , ayah selalu berusaha menjaga janjinya. Jadi , bisakah ayah berjanji untukku kali ini? Mau kah ayah berjanji untukku lagi? Ayah harus berjanji bahwa ayah akan terus sehat , bahwa ayah harus selalu ada untukku , ayah harus ada di hari wisuda saat aku mengenakan toga nanti ,bahwa ayah harus melihatku mengumpulkan uang dari kerja kerasku sendiri , ayah harus melihat bagaimana aku berusaha membawa ayah menuju rumah allah membawa ayah melihat ka’bah tidak hanya melalui sajadah tapi dengan langsung yah , ayah harus memberiku kesempatan untukku membangunkan sebuah rumah yang nyaman untuk ayah sebagaimana ayah membangunkannya untukku dulu, bahwa ayah harus menjadi satu-satunya wali untuk pernikahanku nanti , ayah harus melihat sesosok laki-laki yang aku pilih untuk menemaniku , dia mungkin orang yang aku pilih untuk menemaniku tapi dia tetap tidak bisa menggantikan posisi ayah untukku , aku berjanji untuk hal ini. Ayah harus melihat ku bagaimana aku berubah dari putri kecilmu menjadi seorang ibu untuk cucu mu kelak , aku tahu ini terlalu dini membicarakan pernikahanku tapi aku hanya ingin ayah tahu aku ingin terus ayah berada di sebelahku , ayah selalu menemaniku . jadi maukan ayah berjanji kepadaku untuk hal ini? Putri kecilmu sudah bukan gadis kecil yang selalu merengek seperti dulu demi sebuah susu dancow agar memiliki cd cerita seri terbaru tapi tidakkah ia tetap sama seperti dulu ayah? Tidakkah ia masih menjadi yang kau banggakan walau dia sendiri sadar tidak ada yang bisa dibanggakan darinya? Jadi ayah , tetaplah sehat tetaplah menjagaku , tetaplah menjadi lelaki yang selalu mendoakanku , tetaplah seperti ini . aku masih dan akan terus menyayangimu , selamanya.

dari yang selalu dan akan selalu merindukanmu 

putri kecil ayah

musim semi

Cinta memang datang dan pergi , tapi yang paling tulus akan selalu kembali dan menemukan jalan pulang. Aku harap kau menemukan jalan pulang yang menuju ke arahku. 

Hai , kau tahu ini terdengar sedikit aneh. Baru beberapa minggu yang lalu aku meledak-ledak dan memutuskan untuk berhenti menunggu mu , ah ya aku minta maaf soal itu . harusnya tidak ada yang harus aku takutkan , kau tahu kenapa? Iya. Karena kau pun tidak tahu apa-apa sekarang.
Kita sudah tidak pernah saling bertemu kan? Dan selama ini aku hanya terus menulis surat-surat tanpa alamat yang tidak pernah aku kirim kemana-mana , aku ingin berbohong lalu berlari meninggalkanmu tapi kau tahu pada akhirnya aku tidak bisa semakin jauh langkahku maka akan semakin berat juga langkah kaki ini.
-----------------------
Kau tahu ? itu adalah sepenggal surat yang pada awalnya akan aku kirim untukmu . surat yang belum selesai sepenuhnya .surat yang bahkan aku sendiri tidak tahu akan aku teruskan seperti apa , lagi-lagi aku terbangun tengah malam di tengah mimpi buruk , dan ini tentang mu . bukankah ini mengganggu? di saat kegiatanku sedang padat-padatnya tapi aku hampir tidak bisa terlelap di setiap malam hanya karena kau datang bersamaan dengan mimpi buruk di dalam tidurku . tidak bisa kah kau berhenti menghantuiku ? bahkan kau mengikutiku sampai ke alam mimpi, sebut aku gila karena kau mungkin tidak tahu kalau aku sedang memimpikanmu . semakin kesini aku semakin berubah menjadi seorang gadis yang selalu mengeluh tidakkah itu menjemukan? Aku tahu kau sangat benci si penggerutu , apakah ini alasanmu tidak kembali? Karena kau tahu aku sudah berubah menjadi seorang gadis yang penuh dengan keluha tidak penting seputar kehidupannya yang tidak menarik ini?

Hey ,
bukankah ini menyakitkan? Mengingat seseorang yang bahkan belum tentu mengingatmu sebaik kau mengingat setiap detail tentang mereka
Bukankah ini menyesakkan? berharap pada seseorang yang belum pasti mempunyai harapan yang sama denganmu
Bukankah ini melelahkan? Menatap kepada seseorang yang bahkan tidak pernah menganggap keberadaanmu adalah sesuatu yang harus diperhatikan
Sedari dulu mungkin aku terlalu angkuh , menganggap diriku adalah udara untukmu;singkatnya aku adalah segalanya untukmu padahal yang terjadi aku hanyalah angin untukmu , sekali berhembus maka tidak akan bisa kembali ke tempatnya semula .dan kau tahu apa yang lebih memalukan? Kau lah yang sesungguhnya menjadi udara untukku, bukan kau yang membutuhkanku tapi aku yang membutuhkan kau itu yang terjadi sebenarnya.

Lalu apa yang terjadi sekarang? Aku pun tak tahu berminggu-minggu yang lalu aku berkata akan menyerah tapi semakin aku pikirkan semakin aku menyadari ini bukan sebuah keputusan yang tepat , ini bukan waktu yang tepat untuk menyerah , tapi disatu sisi aku mulai kehabisan alasan untuk menunggu . selalu aku pertanyakan kepada diriku sendiri , haruskah ada alasan untuk menunggu seseorang yang kita nantikan kehadirannya? Lalu bagaimana jika aku tidak dapat menemukan alasan yang “pas” sekedar untuk meyakinkan hatiku sendiri? Aku tahu ini terlalu ke kanak-kanakan hamper setahun berlalu dan aku masih seperti ini , mengandalkan perasaan daripada logika . kau mungkin masih menganggapku bodoh dan naïf karena masih percaya dan mengandalkan insting dan perasaan , tapi harus kau tahu kenapa aku masih bertahan dan memutuskan untuk kembali menunggu mu bukan karena aku menggunakan otakku . justru otakku mengatakan berhenti dan memulai kehidupan dengan seseorang yang baru tapi hati ku mengatakan untuk tetap tinggal dan menunggu sedikit lebih lama , sejujurnya ini lebih dari sedikit karena waktu ku sudah banyak habis terbuang untuk menunggumu . tapi instingku mengatakan aku harus memberikanmu tambahan waktu dan perasaanku mengatakan bahwa kau sedang dalam perjalanan pulang , jadi mengapa aku masih menunggumu?
Tentu saja karena kau yang memintanya. Tidakkah kau tahu? Surat singkatmu kali ini sampai di waktu yang tepat? Surat dengan tulisan tangan yang begitu aku kenal , terlalu aku kenal kalau bisa dikatakan begitu.
----------------------
Kau tahu aku selalu ingat seorang gadis cerewet yang selalu mengatakan hal ini kepadaku berulang kali hingga terkadang aku muak untuk mendengarnya . bukan karena aku membenci setiap kata yang keluar dari mulutnya tapi karena aku sudah hapal dengan semua huruf yang akan di ucapkan , tidakkah kau penasaran dengan kalimatnya? Begini bunyinya
“aku selalu percaya cinta akan selalu memaafkan , bahwa cinta akan menunggu dan bahwasanya cinta akan selalu menemukan jalan pulang ketika dia memutuskan untuk pergi. Bahkan ketika cinta tersesat dia masih akan tetap menemukan jalan pulang menuju rumah hatinya. Iya aku selalu mempercayainya , aku selalu percaya bahkan hal-hal yang tidak pernah kau percaya seperti ini ku masih akan tetap mempercayainya. Jadi aku harap suatu saat kau akan mengerti dan percaya sepertiku”
Kau tahu ini terdengar sedikit gila karena sekarang aku mulai mengerti dan bisa dibilang mempercayainya sedikit demi sedikit , kalau begitu bisa kah aku meminta pertanggung jawaban atas kalimat yang ini? “aku selalu percaya cinta akan selalu memaafkan , bahwa cinta akan menunggu dan bahwasanya cinta akan selalu menemukan jalan pulang ketika dia memutuskan untuk pergi” tunggulah aku , sedikit lebih lama. Karena aku sedang mencari jalan pulang , jangan pernah bertanya aku akan pulang kemana! Bagaimana bisa sebuah rumah bertanya kepada penghuninya hendak pulang kemana? Aku sudah bilang tidak apa jika kau bodoh tapi jangan terlalu bodoh dan jika kau masih bertanya ini siapa , maka aku harus menghukummu!
Tunggu aku .      
----------------------------------------                        

Aku bahkan mengingat setiap kalimat dari surat tanpa pengirim yang bahkan aku sudah tahu siapa ketika aku membacanya dari awal , siapa lagi yang mengirim surat tanpa alamat pengirim dan tidak menggunakan sapaan basa-basi di awal . iya aku tahu itu kau . 


layu sebelum berbunga (part 3)

If this is a fairytale ,I wish it will end happily. Even though we are apart I can feel you here next to me  

Pernah kah kamu merasakan hal-hal kecil yang mampu membuatmu begitu bahagia? Iya , hanya hal-hal kecil tapi mampu untuk membuatmu terjaga sepanjang malam . kenapa? Karena kenyataann yang sedang kau miliki jauh lebih indah dari mimpi-mimpimu setiap malam.
Pernahkah?
Kalau kalian bertanya padaku aku akan menjawab , iya aku pernah. Saat-saat dimana seorang “pria asing” datang dan mulai menyatu dengan kehidupanku . menjadi sosok yang selalu mendengar ceritaku yang kadang tidak pernah berhenti begitu saja , seorang pria yang kini entah sedang berada di belahan bumi lainnya , mengarungi lautan mewujudkan cita-cita nya yang selama ini disimpan begitu saja. Aku yakin kalian sudah tahu siapa dia.
Masih jelas dalam ingatanku , sangat jelas percakapan kami sore itu .
---------------------------------------------
“jadi , kamu mau jadi arkeolog?” Tanya nya padaku sore itu , di taman yang saat itu tidak begitu ramai
“mungkin iya , mungkin tidak”  aku sendiri masih ragu pada saat itu
“kenapa?”
“entahlah , aku sendiri kurang yakin. Kamu bagaimana calon nahkoda?”
“entahlah aku masih berat untuk meninggalkan semuanya”
“semua butuh pengorbanan “
“hmm , iya”
“jangan menyerah ! aku kan sudah bilang aku akan mendukungmu!”
“hahaha , aku tahu”
“terus?”
“aku takut kalau aku terlalu lama pergi kamu juga akan pergi “
“……………………………”
“aku cuman takut kamu bosan. Bosan buat nunggu aku pulang”
“………………………….”
---------------------------------------------------
Dia selalu berkata begitu , takut aku pergi , takut aku bosan dan ketakutannya yang lain , ini hal yang aneh karena sebelumnya aku tidak pernah menyangka di balik sosok nya yang ramah dan hangat yang selalu mempunyai percaya diri setinggi langit ini memiliki ketakutan . bukan hal yang aneh bahkan seorang yang paling hebat pun memiliki ketakutannya sendiri , tapi apa katanya? Dia takut kehilangan aku? Dia takut aku bosan menunggunya? Ah , seandainya kalian melihat betapa merona merah nya pipi ku saat dia mengatakan hal-hal seperti itu . dia tidak berkata seolah-olah hanya ingin membuatku bahagia tapi dia mengatakan yang sebenarnya , matanya mengatakan kekalutan yang sangat dalam. Aku bahkan tidak menyangka akan dicintai sebesar ini , aku belum pernah dicintai sebesar ini oleh orang lain. Karena biasanya aku lah yang memiliki porsi besar dalam mencintai tapi sekarang? Dia memberikan ku hal yang biasanya aku berikan ke orang-orang yang pernah aku panggil kekasih.
--------------------------------------------
“kamu tahu kan aku sudah terbiasa di tinggalkan begitu saja , bahkan oleh orang tua ku sendiri”
“hmm”
“aku takut kamu akan pergi juga pada akhirnya”
“apa aku terlihat akan meninggalkanmu begitu saja?”
“tidak”
“terus? Kita sama-sama tahu rasanya ditinggal pergi begitu saja kan? Bukankah kita selalu menjaga satu sama lain karena kita berdua sama-sama tahu sepahit-pahitnya perpisahan adalah perpisahan tanpa salam , iya kan? Kita sudah sering ditinggalkan.bukan. Dicampakkan begitu saja , bukankah karena itu kita bisa menjadi sekarang? Karena kita tahu rasanya ditinggalkan makanya kita berusaha untuk tetap tinggal. Bahkan disaat yang paling bosan pun kita selalu mencoba untuk terus  berjalan sama-sama bukan berjalan sendiri-sendiri , bukannya kamu yang selalu mengajarkan aku hal-hal seperti ini?
“situasinya beda”
“apanya yang beda?”
“……………………”
----------------------------------------
Dia terdiam begitu saja , entahlah aku selalu kehabisan sabar ketika dia mulai berandai-andai hal-hal yang buruk akan terjadi. Aku tidak suka menduga-duga kejadian buruk , aku hanya menduga-duga kejadian menyenangkan yang akan terjadi. Aku selalu percaya apa yang akan terjadi adalah apa yang kita pikirkan , jadi kenapa kita harus memikirkan hal-hal buruk ketika sebenarnya masih ada hal-hal baik yang bisa kita pikirkan? ini bukan pertama kali nya kami menghadapi situasi seperti ini.
---------------------------------
 “kamu selalu menduga-duga sesuatu yang buruk akan terjadi”
“apa yang salah dari khawatir?”
“seandainya kamu mau memberikan porsi yang sedikit lebih besar untuk percaya sama aku”
“kenapa? Aku percaya sama kamu”
“kalau kamu percaya sama aku , kamu ngga bakal khawatir berlebihan kayak gini. Kamu selalu khawatir kalau aku bakal pergi , dulu kamu selalu takut kalau kamu cerita masa lalu mu aku bakal pergi sekarang kamu takut kalau kamu pergi aku juga akan pergi . kenapa kamu ngga pernah nyoba buat percaya sama aku sedikit lebih banyak?”
“aku takut kamu pergi setelah kamu tahu masa lalu aku bukan tanpa alasan , masa lalu aku nggak sebagus orang lain .apa bagusnya ditinggalkan oleh ibu di depan panti asuhan ketika kamu berumur 3 tahun? Apa bagusnya tidak pernah mengenal siapa ayahmu dari kamu lahir?”
“berkali-kali sudah ku bilang , kenapa aku ada di sebelah kamu bukan karena siapa kamu dulu. Aku tidak berada di sini untuk ayahmu , ibumu bahkan masa lalu mu. Aku ada disini karena siapa kamu sekarang , dan kamu di masa depan “
“…………………………….”
“kita nggak pernah bisa milih kita berasal dari keluarga yang seperti apa , kalaupun bisa milih siapa sih yang mau memilih kehidupan yang nggak enak? Listen to me sudah berkali-kali aku bilang sama kamu tentang hal ini: kita hidup ini kayak lagi main drama  , sudah ada Sutradara yang ngatur jalan ceritanya kita ini cuman pemain . yang bisa kita lakukan cuman jadi pemain yang baik buat cerita kehidupan kita masing-masing , terserah kamu mau membenci peran kamu atau mencintai dan menjalani peran kamu sekarang sebaik-baiknya selagi masih di kasih kesempatan”
“…………………………….”
"udahlah , ngapain sih mikir yang nggak enak? masih banyaaaaak hal-hal yang bisa bikin bahagia"
"hmm , kamu bener. aku cuman terlalu takut"
"jadi?"
"aku bakal menjalankan peran aku sebaik mungkin"
"baguussss"
"tapi"
"apalagi?"
"sama kamu ya jalaninnya?"
"ogah hahaha"
----------------------------------------
dia selalu takut ditinggalkan , aku mengerti. itu salah satu alasan kenapa aku tidak ingin meninggalkannya. kami sama-sama memiliki masa sulit tentang ditinggalkan . dan aku rasa bukan cuman kami berdua yang takut untuk ditinggalkan , bukankah kalian semua juga takut untuk ditinggalkan?
tidak pernah ada diantara kita yang siap untuk sebuah salam perpisahan bahkan perpisahan paling manis pun masih menyimpan tangis kan? apalagi perpisahan tanpa salam yang terjadi begitu saja?
---------------------------------
"jadi kalau aku pergi kamu pergi juga ngga?"
"nggak"
"yakin? nggak bosen?"
"kamu pasti pulang nggak? kalau pulang ya ditungguin"
"kalau kamu mau nunggu ya aku pulang"
"aku nunggu"
"berarti aku pulang"
-----------------------------------------
percakapan yang seperti baru terjadi kemaren sore , percakapan 10 bulan yang lalu. percakapan sebelum dia menghilang begitu saja ,percakapan sebelum postcard yang tiba-tiba muncul di depan rumah 3 minggu yang lalu ketika aku sudah akan menyerah untuk menunggu. sebenarnya aku nggak begitu suka dengan hal tunggu-menunggu tapi buat kamu aku masih menunggu dan alasan kenapa aku masih menunggu adalah karena aku tidak ingin bersama yang lain.
entahlah , apakah dia akan segera pulang atau kah hanya sebuah pengingat bahwa dia akan pulang tapi entah kapan?bagi kalian mungkin ini hanya postcard , tapi bagiku ini semacam surat perpanjangan izin untuk membuatku menunggu sedikit lebih lama lagi . jadi biarkan aku menunggu sedikit lebih lama lagi 
Source: pinterest

Sepucuk surat (layu sebelum berbunga)


Bagaimana perasaan kalian sekarang? Sudah kah kalian merindukannya? Merindukan sosok yang bahkan belum tentu merindukan kita sebesar kita merindukan dia saat ini . 
Aku masih bingung akan aku lanjutkan seperti apa ceritaku dengan "pria aneh" ini bukan karena lupa tapi karena terlalu banyak cerita yang ingin aku ceritakan . 
Ah kata kata ku pun mulai sedikit rancu , tapi seharian ini hujan turun dengan frekuensi sedang  dan tiba-tiba aku teringat kembali dengannya, teringat bahwa aku belum selesai menceritakan kisah yang harus berakhir bahkan sebelum semuanya di mulai. Aku hanya ingin mengirim surat. Surat yang bahkan aku tidak tahu harus aku kirim kemana , karena ku dengar dia sedang mengarungi lautan di belahan dunia yang lain.
----------------------------------------------------
Dear bapak kapten kapal , 

Masih ingat kah kau dengan wanita yang dulu selalu bertemu denganmu ketika hujan mulai turun? Aku tidak tahu apakah itu kebetulan atau tidak. Walaupun aku tahu di dalam kamus hidupmu tidak ada yang namanya kebetulan ,tapi setidaknya biarkan aku mengakui sesuatu . Sesuatu yang belum pernah aku akui selama ini . pertama aku bersyukur karena sore itu , sore pertama kali kita bertemu hujan turun kalau saja hujan tidak turun tidak mungkin cafe itu penuh dan tidak mungkin kau akan duduk di depanku begitu saja seperti waktu itu .kedua , aku juga bersyukur karena waktu itu wanita yang kau tunggu tidak hadir dan kaupun tidak membawa handphone mu bersamamu ,karena seandainya kau tidak seceroboh itu pasti kau sudah menghubungi nya dan tentu saja pertemuan kita tidak akan berlanjut seterusnya.

aku senang mendengarmu sekarang sudah berlayar mengarungi lautan yang luas itu , aku berharap kau masih ingat janji mu untuk membawa aku; wanita yang selalu kau panggil wanita paling kudet abad ini hanya karena bacaan ku tidak seperti bacaanmu untuk ikut serta berlayar karena kau ingin memperlihatkan mengapa kau begitu mencintai laut dengan sangat dalam . aku berharap kau mengemudikan kapalmu dengan benar dan tidak ceroboh, karena kau selalu berbicara tentang  Monkey D luffy ,kapten kapal bajak laut yang konyol anime dari jepang .aku berharap kau tidak bertemu dengan bajak laut sungguhan karena bisa aku pastikan bajak laut seperti luffy tidak ada di dunia nyata. di samping itu dengan berlayar nya aku harap hubungan mu dengan ibumu juga sudah membaik karena kau selalu berkata tidak akan berlayar jika ibu mu masih bersikeras melarangmu mengarungi lautan. 
banyak yang ingin aku ceritakan , tentang hujan yang tidak di barengi oleh kedatanganmu yang tiba-tiba, tentang teka-teki seputar bunga yang selalu kau berikan padaku , cerita tentang awan , laut , mitologi yunani yang selalu kau bagikan padaku . banyak yang ingin aku ungkapkan tentang bagaimana hidupku berlanjut setelah kamu menghilang begitu saja dan tiba-tiba kembali hadir dengan sepucuk postcard dari negeri seberang dengan baju kebangaanmu. tentang rindu yang entah akan aku kirimkan kemana karena aku tidak pernah tau pasti keberadaanmu . 
tidak banyak yang aku harapkan , cepatlah pulang karena aku selalu berharap masih bisa menikmati hujan bersama secangkir hot chocolate untukku dan secangkir hot cappucino untukmu .
jangan pergi terlalu lama , pulang lah sesekali. aku takut hot chocolate dan hot cappucino yang sudah aku pesan berubah jadi dingin .ah sebenarnya ketakutan ku yang paling utama adalah adanya sesosok yang mengisi kursi di depan ku; kursi yang biasanya ditempati olehmu, dan ketakutan hot cappucino akan berganti dengan yang lain . karena aku pun tidak ingin ada seseorang lain yang mengisi kursi di depan ku dan aku tidak ingin hot cappucino yang biasa beradu dengan hot chocolate berganti dengan minuman yang lain. 
aku tahu kau pasti mengerti .

dari seorang wanita yang masih menunggu ceritamu setelah kau kembali dari laut.
source:pinterest

layu sebelum berbunga (part 2)

cerita sebelumnya

Siang itu begitu terik ketika aku baru saja menginjakkan kaki ku di perpustakaan kota , sebenarnya walaupun aku suka sekali membaca tapi aku jarang mengunjungi perpustakaan kota terlalu jauh lagipula perbandingan dengan koleksi buku di perpustakaan universitasku tidak beda jauh . tapi hari ini , aku memutuskan untuk bermain-main ke perpustakaan kota sekaligus mencari bahan untuk mini paper ku karena aku sudah mencari bahan di perpustakaan universitasku namun hasilnya nihil. Tempat ini , ah ini adalah tempat favoritku ,dulu.
Entah apa yang sedang terjadi dengan cuaca 15 menit kemudian matahari yang baru saja dengan gencar-gencarnya bersinar terang tiba-tiba saja berubah tertutup oleh segerombolan awan berwarna abu-abu dan titik hujan pertama jatuh. Aku selalu suka saat hujan turun , terlalu suka malah. Sejenak aku melupakan mini paper ku dan turut larut memandangi rintik hujan dari balik kaca jendela besar hingga suara berat yang terdengar tidak asing tertangkap oleh indera pendengaranku.
“hai, apa kabar?”
Dan aku mengalihkan pandanganku dari hujan , apa yang aku lihat? Sesosok pria jangkung dengan mata hazelnut nya sedang tersenyum dengan senyum simpulnya yang aku kenali sebagai “pria asing” di café tempo hari.
“oh , hai baik , kamu?”
“baik juga , aku sudah bilang kan kita pasti ketemu lagi”
“hehe , pede banget”
“see , tapi bener kan?”
“ini cuman kebetulan”
“nggak ada kebetulan di dunia ini , semua terjadi karena sesuatu alasan”
“ah nggak juga”
“ngga percaya?”
“nggak”
“oke , kita ketemu lagi karena kamu harus melaporkan hasil pencarianmu”
“tentang?”
“sweet pea”
“ooh hahaha”
“gimana? Sudah tahu?”
“sudah , terima kasih untuk saat-saat yang menyenangkan. Iya kan?”
“haha , iya kamu benar”
Dan akhirnya mengalirlah satu cerita , bahwasannya kemaren dia berjanji dengan seseorang temannya. Bukan teman biasa katanya , perempuan dan sepertinya memiliki tempat khusus di hati “pria asing”  ini. Tapi akhirnya dia bercerita juga bahwa perempuan yang ditunggunya ini adalah perempuan yang dulu pernah menghabiskan hari-hari nya bersama pria ini , tapi memilih untuk meninggalkan karena alasan klise “kamu terlalu baik buat aku” dan setelah beberapa waktu kemudian perempuan ini kembali dan mengatakan “kamu yang terbaik buat aku”  alasan yang aneh , sekarang aku mengerti kenapa pria ini tidak ingin menghubungi perempuan tersebut untuk memastikan kedatangannya di café beberapa hari lalu. Siapa pun pasti tidak ingin seenanknya di campakkan dan di pungut lagi begitu saja kan?
“kamu suka hujan ya?”
Tanya nya tiba-tiba entah dia yang terlalu suka mengejutkanku atau aku yang jadi gampang melamun ketika pria ini berada di sekitarku.
“ya lumayan lah , bau hujan bisa meresonansikan ingatan dan menenangkan fikiran”
“kamu tahu nggak , awan yang menciptakan hujan?”
“awan gelap”
Kataku langsung dengan mantap
“hahaha bukan itu”
Ah lagi-lagi pria ini ,semoga saja dia tidak memberikanku teka-teki seputar awan seperti dia memberiku teka-teki seputar bunga seperti di café tempo hari.
“terus? Aku sedang tidak ingin bermain teka-teki”
“tunggu sebentar”
Kemudian dia bangkit dan meninggalkan ku seperti sebelumnya , 5 menit kemudian dia telah kembali dengan sebuah buku bersampulkan gambar awan-awan di depannya. Kemudian setengah jam selanjutnya adalah dia menjelaskan berbagai macam jenis-jenis awan .dia , “pria asing”  ini selalu tahu caranya member tahu tanpa menggurui dan menghadirkan rasa nyaman kepada seseorang di sekelilingnya , tunggu apa aku bilang? Nyaman? Ah sepertinya aku mulai gila. Bagaimana mungkin aku bisa merasakan perasaaan nyaman pada pria asing yang baru aku temui dua kali ini.
“kamu suka banget ya sama awan? Apa hujan?”
“emang kenapa?”
“habis kamu tahu banyak kayaknya tentang awan”
Akhirnya telontar juga penasaran ku dari tadi , kenapa “pria asing ini”  sepertinya begitu semangat saat menjelaskan tentang awan dan macam-macam jenis awan.
“nggak juga sih , perubahan cuaca bisa dengan sangat cepat terjadi, sebagi seorang pelaut, harus memperhatikan dan mengenali setiap perubahan tersebut. baik buruknya cuaca akan sangat mempengaruhi perjalanan pelayaran. berita berita cuaca harus terus kita monitor agar mendapatkan berita yg up to date. dari informasi elektronik. tapi sebagai pelaut yg kesehariannya hidup di atas laut, kita tidak harus mengandalkan informasi media elektronik saja, dgn mengenali kebiasan prilaku cuaca dengan mata telanjang dan feeling dari pengalaman kita kita bisa memprediksi gejala gejala cuaca di sekita kita. dengan mengamati awan kita bisa tahu bagaimana cuaca hari ini. dgn itu kita harus pahami betul sifat sifat dari awan tersebut”
“ooo jadi kamu pelaut?”
“mungkin nanti , yang jelas nggak sekarang”
“kenapa?”
“biasa , orang tua nggak setuju”
“oooh gitu”
“hehehe ya begitulah , kadang yang kita inginkan pun belum tentu bisa kita wujudkan”
“iya sih , usaha aja”
“nanti mungkin , kalau masih ada waktu”
“pasti ada”
Entah kenapa , tiba-tiba aku merasa seperti ingin membantunya menjaga mimpinya untuk menjadi seorang pelaut . walaupun sesungguhnya aku buta tentang hal-hal menyangkut pelaut , tapi untuk pria asing ini entah kenapa aku ingin menunjukkan kalau aku pasti mendukungnya. Sepertinya aku mulai gila.
“udah sore , aku pulang duluan ya”
“iya , hujan juga udah berhenti aku juga udah mau pulang . mau bareng?”
Ah , dia sepertinya memang orang baik . tapi sayang aku masih terlalu ragu lagipula aku membawa kendaraan sendiri.
“nggak , aku bawa kendaraan sendiri kok , tapi makasih ya”
“oke , hati-hati aku duluan”
“tunggu”
“kenapa?”
“nggak apa-apa , nggak jadi”
Hampir saja! Tahu apa yang barusan akan aku katakan? Kita masih ketemu lagi kan?  Oh , sejak kapan aku berharap bertemu dengan pria ini? Untung saja sebelum aku menyesali perkataan yang-untungnya-tertahan-begitu-saja.
“kita pasti ketemu lagi kok , tenang saja . tidak ada kebetulan di dunia ini . bye”
Sesaat setelah dia berlalu aku merasakan bahwa wajahku berubah warna menjadi merah , hal yang pasti terjadi ketika aku sedang malu. Ah semudah itukah membaca fikiranku . tapi setidaknya aku tidak perlu bertanya pertanyaan yang bisa membuatku malu ini , walaupun sesungguhnya aku sendiri tidak tahu kapan akan bertemu dengan “pria asing” ini karena dia selalu muncul tiba-tiba sama seperti perasaan yang tiba-tiba muncul , ah aku pasti sudah mulai gila .


source: pinterest


Beberapa kutipan berasal dari sini: http://infokapal.wordpress.com/2011/01/15/634/

layu sebelum berbunga

ini cerita tentang bagaimana aku yang merasa patah hati dengan seseorang yang bahkan tidak aku kenal dengan baik sama sekali. huh lucu kan? silahkan tertawakan kebodohanku yang satu ini , bagaimana aku merasa ditinggalkan dan hampa setelah pria aneh itu pergi begitu saja. ini perasaaan yang berbeda , perasaan sakit yang ditimbulkan olehnya kali ini berbeda. ini bukan karena dia pergi begitu saja , aku sudah terbiasa dengan ditinggal pergi begitu saja. tapi mungkin karena diam-diam aku sudah mulai terbiasa dengan segala hal-hal aneh atau mungkin juga karena diam-diam dan tanpa sadar perasaan bernama "cinta" ini sudah muncul tanpa permisis sebelumnya. ah, terlalu banyak kemungkinan yang bermunculan begitu saja dan aku sendiri tidak begitu yakin dengan kemungkinan-kemungkinan ini. lihat? aku bukan tidak yakin tapi aku takut. takut tentang kemungkinan yang sebenarnya terjadi, ah aku sudah terlalu banyak bercerita tentang pria aneh yang selalu bercita-cita menjadi nahkoda itu. sesosok pria yang bahkan tidak aku kenal baik , masih jelas di inghatanku yang tidak seberapa ini bagaimana pertemuan pertama ku dengan pria aneh itu terlalu ala-ala FTV remaja jaman sekarang kalau aku bilang. tapi , karena aku sedang ingin mengenangnya maka akan aku ceritakan bagaimana awal mula aku bertemu dengan sesosok yang kini mungkin sedang berada di belahan laut lainnya.

pertemuan pertama kami terjadi di cafe favoritku , aku bilang kafe favorit karena cafe ini bersebelahan dengan toko buku dan bersebrangan dengan toko bunga. jadi setelah membeli buku ataupun komik yang memang sudah lama aku tunggu aku akan langsung menuju kesana dan itu memang sudah menjadi rutinitasku setiap bulan , tidak ada yang berbeda sore itu sampai ketika rintik hujan perlahan datang tanpa permisi. Bergegas aku memilih kursi nomor 3 dari pintu di pojok kanan di sebelah jendela besar yang langsung berhadapan dengan jalan raya yang mulai di padati orang-orang yang tergesa-gesa. Segera setelah pelayan mencatat pesananku. Hot chocolate dan cheese cake. Pelayan itu meninggalkanku dan aku mulai larut dalam alur cerita novel, hingga tiba-tiba
 "kamu sendiri? Aku boleh duduk disini?" 
Dan pandangan kami bertemu , cukup lama hingga dia mengulangi pertanyannya 
"kalau kamu nggak keberatan aku boleh duduk disini? kalau nanti sudah ada bangku kosong aku bakal langsung pindah" 
sebelum menjawab ku edarkan pandanganku dan memang semua meja penuh ,efek hujan batinku. "silahkan , tapi aku sedang membaca" 
aku memang tidak senang di ganggu ketika sedang membaca , makanya aku sering kesini sendiri.
"oke , deal. terima kasih"
 segera setelahnya dia menarik kursi dihadapanku dan keheningan pun tercipta karena aku kembali larut ke dalam bacaanku yang sempat tertunda karena kedatangan pria ini. dua orang asing yang "terpaksa" duduk satu meja karena suatu keadaan dan hanyut dalam diam hingga
"mbak , ini pesanannya ada tambahan lagi?" 
pelayan telah mengatantarkan pesananku . aku bahkan hampir lupa telah memesan sesuatu , sesaat sebelum pelayan itu pergi terdengar suara berat yang menahan pelayan tersebut 
"cappucino panas satu ya mbak" 
dan pelayan tersebut pergi setelah memastikan pesanan pria asing di hadapankku kini. 
"aah akhirnya selesai" 
seruku sambil menutup komik yang baru aku beli dan mulai meminum hot chocolate ku yang sudah tidak panas lagi itu , 
"suka cheese cake?"  
tiba-tiba pria itu membuka obrolan , mungkin karena dia melihat aku sudah menutup novel dan memasukkannya kembali ke dalam plastik 
"hmm iya lumayan sih ,mau?"
setelah berfikir sebentar aku menawarkan cheese cake kepada nya karena sepertinya dia cukup baik
."nggak , makasih tahu nggak katanya orang yang suka cheese cake tipe orang yang penuh cinta ,perasaan yang cukup halus sehingga gampang tersentuh.lebih menikmati suasana mellow ketimbang hingar bingar keramaian" 
"hmm lumayan bener sih" 
dan dia tersenyum.sebuah senyum simpul tapi entah kenapa cukup untuk membuatku terpana , bahwa lelaki asing di hadapanku ini cukup menarik. dan satu hal yang baru aku sadari adalah sebuat mata berwarna hazelnut yang menaungi kedua matanya.
"mas , ini pesanannya .hot cappucino"
"ah ya , terima kasih mbak"
setelah pelayan itu pergi , aku kembali memperhatikan pria asing di hadapanku ini yang sedang asik menikmati pesanannya yang baru datang itu 
"kenapa?"
sepertinya dia sadar kalau sedang aku perhatikan. aku hanya menggeleng dan membuang muka ke luar jendela memperhatikan toko bunga di seberang jalan.
"lagi nunggu orang ya?"
kata ku akhirnya karena melihatnya seperti gelisah melihat jam di pergelangan tangannya
"iya , udah sejam tapi kayaknya ngga dateng deh"
"di telfon aja , apa di sms"
"Handphone ku ketinggalan di rumah"
"pakai punya aku aja"
sesaat setelah menawarkan aku sedikit menyesal , ah bagaimana kalau ini hanya akal-akalannya saja .tapi lagi-lagi sebagian diriku meyakinkan kalau dia adalah orang baik
"nggak usah , makasih . lagian aku nggak hafal nomornya hehehe"
dan setelahnya dia menceritakan tentang banyak hal dari hal-hal sederhana sampai hal-hal aneh yang terlihat tidak penting. dan yang aku tangkap dari pria asing ini adalah dia tipe orang ramah dan memiliki selera humornya tinggi dan tidak terlalu jaga gengsi . hampir satu jam lebih kami terlibat obrolan seru hingga dia melirik ke arah jam di tangannya sekilas dan berdiri dari kursinya.
"sebentar ya"
setelah nya dia berjalan ke kasir dan langsung menuju ke pintu keluar . aku hanya mengamati gerak-geriknya dari meja ku enggan untuk bertanya apalagi mengikutinya. dia berkata sebentar kemudian keluar , apa maksudnya? entahlah. anggap saja dia tadi hanya numpang minum dan karena sekarang hujan mulai berhenti dia sudah tidak harus ada di dalam cafe ini lagi kan? tapi kemudian tiba-tiba pria asing itu kembali ke dalam cafe sambil membawa sebuket bunga yang aku sendiri tidak tahu jenis apa itu . aku memang payah dalam hal berkebun aku hanya sebatas tahu bunga mawar, melati,kamboja , teratai, lily ya hanya sebatas bunga yang ditanam ibu di halaman rumah.
"buat kamu"
"terima kasih , tapi ini bunga apa?"
"hahaha kamu tidak tahu?"
ntah kenapa pria ini pintar sekali bermain dengan perasaan karena tertawanya bukan tertawa yang mengintimidasi ketidak tahuanku atas bunga yang kini sudah berpindah ke tanganku ini.
"baiklah , ini namanya bunga sweet pea"
"oooh"
aku hanya ber-ooh-ria dan memperhatikan bunga tersebut hingga akhirnya dia berdiri.
"setiap bunga memiliki arti "
"kalau bunga ini artinya apa?"
"kamu penasaran? kamu bisa cari sendiri aku sudah memberikan clue-nya kan? namanya sweet pea"
"hmmm"
kataku setengah kesal karena dia tidak memberitahukanku dan malah memberikanku teka-teki seputar bunga.
"kalau aku sudah tahu bagaimana?"
"kita pasti ketemu lagi kok"
katanya dengan mantap setelah itu dia mengucapkan selamat tinggal lalu berbalik badan dan berjalan keluar dari cafe. segera setelah dia pergi aku bergegas merapikan buku-buku yang baru saja aku beli dan mendapati bahwa dia telah membayar semua pesanan di meja kami tadi. aku bergegas pulang kerumah dan mencari arti dari bunga sweet pea. dan sesaat setelah ketemua arti dari bunga sweet pea tersebut sebuah senyum hadir begitu saja. dan aku berharap kata-kata "kita pasti ketemu lagi kok" tidak hanya sekedar basa-basi biasa.


arti dari bunga sweet pea yang aku temukan dari mesin pencari dan setelah memastikannya pada ibu adalah  "terima kasih untuk saat-saat yang menyenangkan".


source: pinterest.com


continue part 2

stranger with memory

“oy , ngelamun lagi”
“ha?”
“parah ah , kamu kenapa sih? Akhir-akhir ini seringnya ngelamun mulu”
“apaan sih , siapa yang ngelamun?”
“tuh , Tanya rumput yang bergoyang”
“sewot banget sih , lagi dapet ya?”
“ya salam , nenek nenek peyot juga tahu kamu lagi ngelamun”
“ngaco ah”
“kamu yang ngaco , kalau orang normal sih ya itu ice cream di makan bukan di diemin nyampe meleleh gitu”
“ya ampun , aku lupa”
“segitu parahnya ya? Sampe ice cream di tangan aja bisa lupa”
Well , lagi-lagi aku ketangkap basah lagi ngelamun sama cewek ini , sahabat ku sendiri  . bukannya tidak suka tapi aku lebih suka menyimpan segalanya sendiri. Semua tentang pria ini , pria yang beberapa minggu terakhir ini seperti sedang menghindariku tanpa alasan dan sebab yang jelas . pergi begitu saja tanpa salam perpisahan seperti tidak ada yang pernah terjadi di antara kami berdua. Bukan kah pria itu sendiri tau perpisahan itu menyakitkan , apalagi perpisahan tanpa salam bukankah itu lebih menyakitkan lagi? Seharusnya dia tahu. Iya seharusnya dia tahu seandainya dia lebih peka sedikit.sedikit saja.
“buset , apa apan nih”
“apaan sih? ribut mulu daritadi”
“kesambet apaan , segala macam kayak gini dibeli lollipop 3 , coklat 4 , ice cream 2 . satu biji aja lupa di makan nyampe meleleh semua gitu”
“oh , lagi pengen aja”
“ha? Aku jadi ngga ngerti sama kamu ckckck”
“iya tadi pengen .tapi sekarang udah nggak”
“pengen apa kangen?”
“apa hubungannya?”
“ngga usah bohong , aku tahu. Kalian belum baikan?”
“siapa yang marahan?”
“seenggaknya kalau nggak lagi marahan nggak mungkin kalian misah-misah gini”
“ya tapi emang nggak ada yang marahan”
“jadi , dia pergi gitu aja?”
“………………………..”
“lagi?”
“……………………..”
“oh c’mon kamu ngga bisa gini terus”
Sial , kenapa dia selalu tahu. Padahal aku sudah berusaha sebaik mungkin bersikap seperti tidak-terjadi-apa-apa-diantara-kami-berdua .harus aku akui aktingku memang payah karena dia adalah perempuan baik yang sangat peduli pada siapapun. Tapi , tunggu dia bilang aku kangen? Ah nggak mungkin. Aku nggak kangen sama sosok pria cuek dan dingin itu. Nggak sama sekali. Tapi , mungkin aku bohong aku terlalu sering mengelak dari dulu , setiap pria itu kembali dari menghilangnya pertanyaan pertamanya adalah “kamu kangen nggak?” atau ketika aku mendesaknya dengan pertanyaan kenapa dia menghilang dia akan menjawab dengan wajah kalem dan senyum khasnya “biar kamu tahu rasanya kangen aku , trus biar aku tau rasanya di kangenin sama bidadari kayak kamu” jawaban konyol yang pada akhirnya akan membuatku semakin cemberut hingga dia mengeluarkan benda sakti nya , sebatang lollipop rasa coklat , atau sebatang coklat dan kadang kala ice cream coklat. Dia tahu aku tergila-gila dengan coklat. Mungkin itu juga yang membuat aku tanpa sadar membeli semua “benda saktinya” itu , mungkin sebagian dari aku berharap dengan ”benda saktinya” itu keadaan bisa mencair kembali sama seperti ice cream yang ku biarkan meleleh begitu saja .kalau aku bisa memaafkannya dengan “benda sakti” ini mungkin aku bisa melakukan hal yang sama pada pria itu.
“sebelumnya kalian berantem?”
“nggak”
“terus?”
“nggak tau. Tiba-tiba aja”
“mungkin kamu harus berhenti”
“berhenti buat apa?”
“buat nunggu dia”
“aku nggak pernah nunggu”
“tapi kenyataannya?”
“………………………..”
“kamu bisa dapet yang lebih kalau kamu belajar melepaskannya”
“aku nggak mau yang lebih. Dia aja udah lebih dari cukup”
“tapi dia ngerasa cukup nggak sama kamu?”
“nggak tau”
“kamu nggak capek? Dia bisa datang dan pergi sesukanya. Tapi kamu? Cuman bisa nunggu kapan dia balik lagi”
“kalau aja bisa , tapi aku nggak bisa”
“5 bulan bukan waktu yang sebentar buat tahu gimana endingnya kalian berdua”
“aku sabar kok”
“aku yang nggak sabar liat kamu kayak gini, kamu kayak orang linglung kalau lagi ditinggal gini. Mau marah juga nggak bisa kamu kan bukan pacarnya , hubungan kalian gimana sih sebenernya?”
“nggak tahu. Aku juga nggak ngerti”
“kenapa kamu nggak pernah nanya? Kamu sayang?”
“sayang”
“terus?”
“kita kan cewek , nggak mungkin nanya duluan”
“siapa bilang? Kamu berhak kok nanya kepastian hubungan kalian berdua , biar jelas. Biar kamu tahu siapa yang lagi kamu tunggu. Buat apa ditunggu kalau nggak jelas”
“aku takut”
“takut dia pergi?”
“mungkin”
“seenggaknya kalau dia pergi setelah nya kamu tahu kalau dia memang nggak perlu di tunggu. Daripada kamu nunggu yang nggak jelas gini”
“aku suka kok nunggu dia”
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
berapa kali aku mengelak dan entah sudah berapa kali juga perempuan satu ini bersikukuh menyuruhku untuk meninggalkan pria itu tetap saja yang terjadi tidak akan ada kesepakatan di antara kami , karena aku akan tetap menunggu pria ini kembali dan dia akan tetap menyuruhku untuk berhenti menunggu sesuatu yang tidak pasti. Aku tahu seharusnya aku berhenti menunggu , toh dia belum tentu akan kembali lagi. Tapi sebagian dari diriku menahannya dan meyakinkan bagian diriku yang lain agar tetap menunggu karena dia pasti akan kembali. Tidak peduli berapa lama lagi waktu yang akan habis aku yakin dia akan kembali , ini hanya masalah waktu kan? Dan mungkin sedikit masalah hati. Bagaimana kalau ternyata hatinya memilih untuk tidak kembali? Bagaimana kalau akhirnya kami berdua akan berakhir seperti ini? Seperti 2 orang asing tidak saling kenal yang memiliki memori tentang satu sama lain? Entahlah. Aku sendiri selalu berharap hal-hal buruk seperti itu tidak akan keluar dari kepalaku ini. Aku tidak mau memikirkannya , bisa gila aku nantinya. Setidaknya biarkan aku menunggunya , sedikit lebih lama dari biasanya. Mungkin dia sedang tersesat , sebentar lagi dia pasti akan kembali. Dengan “benda sakti” dan pertanyaan-pertanyaan anehnya tentunya. Semoga saja. Secepatnya sebelum aku sendiri lelah menunggunya. Aku ada di tempat yang sama ketika dia meninggalkan aku.




source:pinterest



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS