Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan

kita bukan cinta dan rangga

kamu bukan rangga, dan aku bukan cinta. 
aku tahu kamu menyadari hal ini , tapi untuk kesekian kali nya barisan kalimat dibawah ini masih tetap untuk kamu. 

kamu bukan rangga, jadi jangan pernah merasa keren jika kamu memutuskan untuk pergi begitu saja. 
dan aku bukan cinta, yang setelah ratusan purnama tetap menunggu dan berharap untuk orang yang telah pergi begitu saja.
selain itu, karena kamu bukanlah rangga. Jangan pernah kembali setelah kamu dan alasan yang kau simpan sendiri merasa tak ada tempat untuk kembali.
karena seperti yang kamu tahu, aku bukanlah cinta yang akan memberikan kesempatan untuk orang yang sama. 

kau tahu, untuk pertama kali nya aku menyadari bahwa, ya! cerita cinta di dalam film itu terlalu klise. mendekati tidak mungkin, walau akan tetap ada orang yang melakukannya. 
aku ingin berhenti memikirkan film itu, tapi sayang aku tidak bisa. 

aku berfikir bagaimana jika ternyata kisah kita ini akan berakhir sama?
bagaiman jika setelah belasan tahun berlalu, kau kembali?
dan entah harus senang ataupun berduka bagaimana jika perasaan ku tidak berubah ?
menyeramkan bukan?
dan aku mungkin tidak akan memberikan mu kesempatan untuk kembali, aku akan mencoba bijaksana dan berdamai denganmu. tapi tidak untuk kisah yang kedua kali bersama mu.

kau mungkin punya alasan saat pergi , dan aku pun punya alasan mengapa jika kau kembali aku tidak akan menerima mu lagi. 

jadi, seperti bagian akhir dari sebuah film. anggaplah kisah kita ini tragedi karena tidak berakhir bahagia dan romantis. aku tidak akan mengutukmu ataupun menyesali kehadiranmu yang pernah ada. 

karena, kau tahu? tidak ada pemeran yang antagonis selamanya begitu pula dengan protagonis. 
tergantung dari sisi mana kau memandangnya. 

atas dasar inilah aku akan memaafkan mu tapi tidak untuk memberikan kesempatan untukmu. 






berapa lama "selamanya" itu?

hai , maafkan aku yang tak sempat mengirimi mu surat hari kemarin . 
aku sedang sibuk , berusaha terlihat tetap bahagia dan tetap tertawa 
jadi, ijinkan hari ini aku menuliskan satu surat tentangmu lagi , aku kembali membuka satu per satu draft tulisan yang pernah aku tulis selama kita masih bersama . kau tahu ? menyakitkan ketika kembali membacanya .
menyakitkan bukan karena aku terpaksa membuka kenangan lama , tapi menyakitkan karena di dalam tulisan tulisan tersebut walaupun aku menuliskan cerita bahagia tetap saja tersirat sebuah ke khawatiran bahwa semua hanya sementara.
bahwa bahagia yang sedang dirasakan adalah semu , tidak nyata dan tidak selamanya . 
walau aku sendiri tidak paham selama apa definisi "selamanya" itu sendiri . 
10 minggu?
6 bulan?
3 tahun?
15 tahun?
entahlah , karena yang jelas jika yang kau maksud "selamanya" adalah yang pernah kau ucap maka yang aku anggap "selamanya" adalah 73 minggu . 
aku tidak tahu bahwa 73 minggu berarti selamanya . 
kau adalah orang yang mengajarkan ku bahwa 73 minggu berarti selamanya . 
walau setelah 73 minggu berlalu kau pun berlalu begitu saja . 
kau mungkin berlalu tapi kenangan tentangmu tidak , kau tahu itu kan?
kau mungkin berlalu tapi kedai es krim tempat yang biasa kita kunjungi tidak 
kau mungkin berlalu tapi jalan yang bisa kita lewati tidak 
kau mungkin menghilang tapi aku tidak 
jadi aku masih disini , berusaha memahami makna dari "selamanya" yang pernah kau ucapkan.

Dari , aku yang pernah kau janjikan selamanya

ps:tenang , aku tak bermaksud menagih janji selamanya yang pernah kau ucapkan. 

layu sebelum berbunga (part 2)

cerita sebelumnya

Siang itu begitu terik ketika aku baru saja menginjakkan kaki ku di perpustakaan kota , sebenarnya walaupun aku suka sekali membaca tapi aku jarang mengunjungi perpustakaan kota terlalu jauh lagipula perbandingan dengan koleksi buku di perpustakaan universitasku tidak beda jauh . tapi hari ini , aku memutuskan untuk bermain-main ke perpustakaan kota sekaligus mencari bahan untuk mini paper ku karena aku sudah mencari bahan di perpustakaan universitasku namun hasilnya nihil. Tempat ini , ah ini adalah tempat favoritku ,dulu.
Entah apa yang sedang terjadi dengan cuaca 15 menit kemudian matahari yang baru saja dengan gencar-gencarnya bersinar terang tiba-tiba saja berubah tertutup oleh segerombolan awan berwarna abu-abu dan titik hujan pertama jatuh. Aku selalu suka saat hujan turun , terlalu suka malah. Sejenak aku melupakan mini paper ku dan turut larut memandangi rintik hujan dari balik kaca jendela besar hingga suara berat yang terdengar tidak asing tertangkap oleh indera pendengaranku.
“hai, apa kabar?”
Dan aku mengalihkan pandanganku dari hujan , apa yang aku lihat? Sesosok pria jangkung dengan mata hazelnut nya sedang tersenyum dengan senyum simpulnya yang aku kenali sebagai “pria asing” di café tempo hari.
“oh , hai baik , kamu?”
“baik juga , aku sudah bilang kan kita pasti ketemu lagi”
“hehe , pede banget”
“see , tapi bener kan?”
“ini cuman kebetulan”
“nggak ada kebetulan di dunia ini , semua terjadi karena sesuatu alasan”
“ah nggak juga”
“ngga percaya?”
“nggak”
“oke , kita ketemu lagi karena kamu harus melaporkan hasil pencarianmu”
“tentang?”
“sweet pea”
“ooh hahaha”
“gimana? Sudah tahu?”
“sudah , terima kasih untuk saat-saat yang menyenangkan. Iya kan?”
“haha , iya kamu benar”
Dan akhirnya mengalirlah satu cerita , bahwasannya kemaren dia berjanji dengan seseorang temannya. Bukan teman biasa katanya , perempuan dan sepertinya memiliki tempat khusus di hati “pria asing”  ini. Tapi akhirnya dia bercerita juga bahwa perempuan yang ditunggunya ini adalah perempuan yang dulu pernah menghabiskan hari-hari nya bersama pria ini , tapi memilih untuk meninggalkan karena alasan klise “kamu terlalu baik buat aku” dan setelah beberapa waktu kemudian perempuan ini kembali dan mengatakan “kamu yang terbaik buat aku”  alasan yang aneh , sekarang aku mengerti kenapa pria ini tidak ingin menghubungi perempuan tersebut untuk memastikan kedatangannya di café beberapa hari lalu. Siapa pun pasti tidak ingin seenanknya di campakkan dan di pungut lagi begitu saja kan?
“kamu suka hujan ya?”
Tanya nya tiba-tiba entah dia yang terlalu suka mengejutkanku atau aku yang jadi gampang melamun ketika pria ini berada di sekitarku.
“ya lumayan lah , bau hujan bisa meresonansikan ingatan dan menenangkan fikiran”
“kamu tahu nggak , awan yang menciptakan hujan?”
“awan gelap”
Kataku langsung dengan mantap
“hahaha bukan itu”
Ah lagi-lagi pria ini ,semoga saja dia tidak memberikanku teka-teki seputar awan seperti dia memberiku teka-teki seputar bunga seperti di café tempo hari.
“terus? Aku sedang tidak ingin bermain teka-teki”
“tunggu sebentar”
Kemudian dia bangkit dan meninggalkan ku seperti sebelumnya , 5 menit kemudian dia telah kembali dengan sebuah buku bersampulkan gambar awan-awan di depannya. Kemudian setengah jam selanjutnya adalah dia menjelaskan berbagai macam jenis-jenis awan .dia , “pria asing”  ini selalu tahu caranya member tahu tanpa menggurui dan menghadirkan rasa nyaman kepada seseorang di sekelilingnya , tunggu apa aku bilang? Nyaman? Ah sepertinya aku mulai gila. Bagaimana mungkin aku bisa merasakan perasaaan nyaman pada pria asing yang baru aku temui dua kali ini.
“kamu suka banget ya sama awan? Apa hujan?”
“emang kenapa?”
“habis kamu tahu banyak kayaknya tentang awan”
Akhirnya telontar juga penasaran ku dari tadi , kenapa “pria asing ini”  sepertinya begitu semangat saat menjelaskan tentang awan dan macam-macam jenis awan.
“nggak juga sih , perubahan cuaca bisa dengan sangat cepat terjadi, sebagi seorang pelaut, harus memperhatikan dan mengenali setiap perubahan tersebut. baik buruknya cuaca akan sangat mempengaruhi perjalanan pelayaran. berita berita cuaca harus terus kita monitor agar mendapatkan berita yg up to date. dari informasi elektronik. tapi sebagai pelaut yg kesehariannya hidup di atas laut, kita tidak harus mengandalkan informasi media elektronik saja, dgn mengenali kebiasan prilaku cuaca dengan mata telanjang dan feeling dari pengalaman kita kita bisa memprediksi gejala gejala cuaca di sekita kita. dengan mengamati awan kita bisa tahu bagaimana cuaca hari ini. dgn itu kita harus pahami betul sifat sifat dari awan tersebut”
“ooo jadi kamu pelaut?”
“mungkin nanti , yang jelas nggak sekarang”
“kenapa?”
“biasa , orang tua nggak setuju”
“oooh gitu”
“hehehe ya begitulah , kadang yang kita inginkan pun belum tentu bisa kita wujudkan”
“iya sih , usaha aja”
“nanti mungkin , kalau masih ada waktu”
“pasti ada”
Entah kenapa , tiba-tiba aku merasa seperti ingin membantunya menjaga mimpinya untuk menjadi seorang pelaut . walaupun sesungguhnya aku buta tentang hal-hal menyangkut pelaut , tapi untuk pria asing ini entah kenapa aku ingin menunjukkan kalau aku pasti mendukungnya. Sepertinya aku mulai gila.
“udah sore , aku pulang duluan ya”
“iya , hujan juga udah berhenti aku juga udah mau pulang . mau bareng?”
Ah , dia sepertinya memang orang baik . tapi sayang aku masih terlalu ragu lagipula aku membawa kendaraan sendiri.
“nggak , aku bawa kendaraan sendiri kok , tapi makasih ya”
“oke , hati-hati aku duluan”
“tunggu”
“kenapa?”
“nggak apa-apa , nggak jadi”
Hampir saja! Tahu apa yang barusan akan aku katakan? Kita masih ketemu lagi kan?  Oh , sejak kapan aku berharap bertemu dengan pria ini? Untung saja sebelum aku menyesali perkataan yang-untungnya-tertahan-begitu-saja.
“kita pasti ketemu lagi kok , tenang saja . tidak ada kebetulan di dunia ini . bye”
Sesaat setelah dia berlalu aku merasakan bahwa wajahku berubah warna menjadi merah , hal yang pasti terjadi ketika aku sedang malu. Ah semudah itukah membaca fikiranku . tapi setidaknya aku tidak perlu bertanya pertanyaan yang bisa membuatku malu ini , walaupun sesungguhnya aku sendiri tidak tahu kapan akan bertemu dengan “pria asing” ini karena dia selalu muncul tiba-tiba sama seperti perasaan yang tiba-tiba muncul , ah aku pasti sudah mulai gila .


source: pinterest


Beberapa kutipan berasal dari sini: http://infokapal.wordpress.com/2011/01/15/634/

harusnya

Harusnya aku tahu kenapa kamu tidak pernah menyebut” kita” untuk menunjukkan keadaan ini kamu lebih senang menggunakan “aku sama kamu” seakan-akan “kita” adalah kata yang sangat tabu untuk di ucapkan. Iya , pada akhirnya aku mengerti .
pada akhirnya aku pun mengerti kenapa kamu selalu datang dan pergi begitu saja , iya sekarang aku mengerti
dan akhirnya aku tahu alasan kenapa kamu begitu manis di suatu ketika dan begitu dingin di waktu yang lain.
karena memang kamu tidak pernah berniat untuk menetap , kamu hanya singgah. dan aku adalah persinggahan
kamu adalah saudagar yang selalu bepergian dan aku adalah rute perjalanan mu.
harusnya aku senang karena berarti sejauh apapun kamu pergi kamu pasti kembali.pulang.menuju kearahku.
tapi , pada kenyataannya apa yang menyenangkan ketika kamu hanya menjadi persinggahan sebelum akhirnya dia kembali melanjutkan perjalanannya?
sebut aku nona muda yang punya banyak keinginan,  tapi satu-satunya keinginanku adalah agar kamu menetap dan tidak pergi lagi .
mungkin memang aku tidak cukup baik untuk menjadi seseorang yang bisa menunggu mu pulang ,
bukan seseorang yang cukup pintar untuk mengerti tentang perjalanan yang kamu lakukan,
dan juga bukan seseorang yang cukup sabar untuk mengerti arti dari perjalanan yang kamu lakukan ,
apalagi seseorang yang tangguh untuk menemani perjalananmu.
itu yang mengakibatkan seringnya aku menatap punggungmu yang semakin menjauh saat kamu mulai pergi melanjutkan perjalananmu. 
kamu tidak pernah membiarkan aku belajar untuk menjadi lebih baik , lebih pintar , lebih sabar dan lebih tangguh . mungkin karena kamu tidak yakin bahwa aku bisa menjadi seseorang yang mampu menemani perjalanan-perjalanan sulit yang sering kamu lakukan. 
tidak apa-apa melihatmu kembali pulang saat kamu sudah selesai melakukan perjalanamu dan kembali menuju ke arahku untuk singgah pun sebenarnya sudah membuatku senang , walau pada dasarnya aku selalu menunggu untuk diajak ikut melakukan perjalananmu selanjutnya. mungkin aku harus menunggu sedikit lebih lama agar aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik , lebih pintar, lebih sabar dan lebih tangguh untuk ikut dalam perjalananmu nanti. iya nanti ,

----------------------------------
outline speech ga kelar , yang kelar malah giniaan . otak ibu peri udah kebakar sama tugas-tugas yang jadi malah ginian aaaaaaaaak udah capek badan , capek fikiran , capek hati . ibu peri lelah pasukaaaan :'((

 



draft

Aku masih tidak ingin membuka nya dengan halo . halo terlalu biasa untuknya .
Terlalu biasa?
Iya dia memang tidak kelihatan luar biasa , dia memang hanya orang biasa tapi dia memberiku banyak hal yang luar biasa .
Dia datang dengan sejuta warna-warni yang bias aku pilih sesuka hatiku tanpa harus takut dia akan marah ataupun pergi, dia memberikanku kebebasan untukku memilih warna apa hari ini , gambar apa yang akan aku gambar hari ini , cerita apa yang aku berikan untuknya hari ini.
Dia tidak pernah peduli “selama kamu menikmatinya dan bahagia , itu sudah cukup” terlalu naïf . tapi itulah dia , kamu tidak bias membaca apa yang ada di dalam tempurung kepalanya begitupun dengan aku . sedekat apapun aku dengan dia isi pikirannya adalah tempat terdekat yang paling jauh yang pernah ada.
Aku tidak pernah tahu apa yang selalu dia pikirkan dalam diam nya. Dia hanya menggeleng lalu tersenyum dan menggandeng tanganku untuk melanjutkan perjalanan setelah sebelumnya mengacak poniku saat aku bertanya apa yang dia pikirkan suatu ketika. Aku terlalu takut untuk menggambarkan sesosok manusia biasa ini , aku takut terlalu memujanya ,aku takut dia akan pergi juga nantinya .

Fiksi

Kadang waktu kamu mulai terlihat menyerah sebagian dari aku selalu berharap kamu tidak akan berhenti, aku ingin kamu terus mencoba. Aku masih ingin kamu di sini , masih ingin kamu mencoba meyakinkanku , masih ingin kamu tetap seperti ini. tapi , aku juga tidak akan memaksa mu untuk terus memperjuangkan  wanita yang satu ini di antara banyaknya wanita wanita yang ingin untuk ada di samping kamu . Kamu. Berbeda dengan yang lain . Kamu tahu cara nya membuat ku dibutuhkan ,dan kamu tahu bagaimana caranya membuatku yakin kalau semuanya baik baik saja selama ada kamu disini. kamu tahu bagaimana caranya ketika orang lain berusaha untuk sok tau aku yakin kamu memang benar benar tahu. Kamu tidak pernah berjanji apapun , tapi kamu memberikan apa yang sesungguhnya aku butuhkan, apa yang selama ini aku cari.  Bagaimana caranya agar kamu tahu , agar kamu masih terus berjuang untuk aku , agar kamu tidak berhenti sekarang . Aku masih ingin melihatmu berjuang , karna aku sendiri lupa bagaimana rasanya di perjuangkan seperti apa yang kamu lakukan sekarang ini. Aku tidak mungkin mengatakan nya kepadamu tapi aku harap kamu tahu. Aku harap kamu tetap menjadi kamu yang tidak berhenti berusaha untuk aku.

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS