--------------------------------------------------
cerita lanjutan "ayah"
--------------------------------------------------
Cinta memang datang dan pergi , tapi yang paling tulus akan selalu kembali dan menemukan jalan pulang. Aku harap kau menemukan jalan pulang yang menuju ke arahku.
You’ve got a million ways to make me laugh
You’re lookin’ out for me, you’ve got my back
So good to have you around
And when I’m quiet you break through my shell
Don’t feel the need to do a rebel yell
‘Cause you keep my feet on the ground
You’re here till the end
You pull me aside when something ain’t right
Talk with me now and into the night
‘Til it’s alright again
You’re a true friend
Somehow you’re never out of second chances
Won’t say “I told you” when I’m wrong again
I’m so lucky that I’ve found
Lyrics
A true friend
You’re here till the end
You pull me aside when something ain’t right
Talk with me now and into the night
‘Til it’s alright again
Till they find the things you need
Friends hang on through the ups and the downs
Cause they’ve got someone to believe in
You’re here till the end
You pull me aside when something ain’t right
Talk with me now and into the night
No need to pretend
You’re a true friend
You’re here till the end
You pull me aside when something ain’t right
Talk with me now and into the night
‘Til it’s alright again
You’re a true friend
You’re a true friend
"kamu sendiri? Aku boleh duduk disini?"
Dan pandangan kami bertemu , cukup lama hingga dia mengulangi pertanyannya
"kalau kamu nggak keberatan aku boleh duduk disini? kalau nanti sudah ada bangku kosong aku bakal langsung pindah"
sebelum menjawab ku edarkan pandanganku dan memang semua meja penuh ,efek hujan batinku. "silahkan , tapi aku sedang membaca"
aku memang tidak senang di ganggu ketika sedang membaca , makanya aku sering kesini sendiri.
"oke , deal. terima kasih"
segera setelahnya dia menarik kursi dihadapanku dan keheningan pun tercipta karena aku kembali larut ke dalam bacaanku yang sempat tertunda karena kedatangan pria ini. dua orang asing yang "terpaksa" duduk satu meja karena suatu keadaan dan hanyut dalam diam hingga
"mbak , ini pesanannya ada tambahan lagi?"
pelayan telah mengatantarkan pesananku . aku bahkan hampir lupa telah memesan sesuatu , sesaat sebelum pelayan itu pergi terdengar suara berat yang menahan pelayan tersebut
"cappucino panas satu ya mbak"
dan pelayan tersebut pergi setelah memastikan pesanan pria asing di hadapankku kini.
"aah akhirnya selesai"
seruku sambil menutup komik yang baru aku beli dan mulai meminum hot chocolate ku yang sudah tidak panas lagi itu ,
"suka cheese cake?"
tiba-tiba pria itu membuka obrolan , mungkin karena dia melihat aku sudah menutup novel dan memasukkannya kembali ke dalam plastik
"hmm iya lumayan sih ,mau?"
setelah berfikir sebentar aku menawarkan cheese cake kepada nya karena sepertinya dia cukup baik
."nggak , makasih tahu nggak katanya orang yang suka cheese cake tipe orang yang penuh cinta ,perasaan yang cukup halus sehingga gampang tersentuh.lebih menikmati suasana mellow ketimbang hingar bingar keramaian"
"hmm lumayan bener sih"
dan dia tersenyum.sebuah senyum simpul tapi entah kenapa cukup untuk membuatku terpana , bahwa lelaki asing di hadapanku ini cukup menarik. dan satu hal yang baru aku sadari adalah sebuat mata berwarna hazelnut yang menaungi kedua matanya.
"mas , ini pesanannya .hot cappucino"
"ah ya , terima kasih mbak"
setelah pelayan itu pergi , aku kembali memperhatikan pria asing di hadapanku ini yang sedang asik menikmati pesanannya yang baru datang itu
"kenapa?"
sepertinya dia sadar kalau sedang aku perhatikan. aku hanya menggeleng dan membuang muka ke luar jendela memperhatikan toko bunga di seberang jalan.
"lagi nunggu orang ya?"
kata ku akhirnya karena melihatnya seperti gelisah melihat jam di pergelangan tangannya
"iya , udah sejam tapi kayaknya ngga dateng deh"
"di telfon aja , apa di sms"
"Handphone ku ketinggalan di rumah"
"pakai punya aku aja"
sesaat setelah menawarkan aku sedikit menyesal , ah bagaimana kalau ini hanya akal-akalannya saja .tapi lagi-lagi sebagian diriku meyakinkan kalau dia adalah orang baik
"nggak usah , makasih . lagian aku nggak hafal nomornya hehehe"
"hahaha kamu tidak tahu?"
ntah kenapa pria ini pintar sekali bermain dengan perasaan karena tertawanya bukan tertawa yang mengintimidasi ketidak tahuanku atas bunga yang kini sudah berpindah ke tanganku ini.
"baiklah , ini namanya bunga sweet pea"
"oooh"
aku hanya ber-ooh-ria dan memperhatikan bunga tersebut hingga akhirnya dia berdiri.
"setiap bunga memiliki arti "
"kalau bunga ini artinya apa?"
"kamu penasaran? kamu bisa cari sendiri aku sudah memberikan clue-nya kan? namanya sweet pea"
"hmmm"
kataku setengah kesal karena dia tidak memberitahukanku dan malah memberikanku teka-teki seputar bunga.
"kalau aku sudah tahu bagaimana?"
"kita pasti ketemu lagi kok"
katanya dengan mantap setelah itu dia mengucapkan selamat tinggal lalu berbalik badan dan berjalan keluar dari cafe. segera setelah dia pergi aku bergegas merapikan buku-buku yang baru saja aku beli dan mendapati bahwa dia telah membayar semua pesanan di meja kami tadi. aku bergegas pulang kerumah dan mencari arti dari bunga sweet pea. dan sesaat setelah ketemua arti dari bunga sweet pea tersebut sebuah senyum hadir begitu saja. dan aku berharap kata-kata "kita pasti ketemu lagi kok" tidak hanya sekedar basa-basi biasa.
arti dari bunga sweet pea yang aku temukan dari mesin pencari dan setelah memastikannya pada ibu adalah "terima kasih untuk saat-saat yang menyenangkan".
![]() |
| source: pinterest.com |
continue part 2
september-oktober-november-desember-januari-februari. bulan-bulan yang penuh up and down , banyak tawa dan beberapa air mata di dalamnya . banyak hal yang sudah dilewati begitu saja. banyak tempat yang sudah sempat di singgahi dan banyak cerita yang sudah di buat selama hal-hal itu berlangsung.
Terkadang , setiap kita berniat mengakhiri beberapa hal yang terlihat memuakkan disaat yang sama perasaan untuk mempertahankan hal-hal yang sebenarnya harus dibiarkan lewat datang kembali.
Perjalanan pulang adalah sesuatu yang hampir selalu aku tunggu Ketika aku 9 tahun - 3 SD. pulang dengan jalan kaki bukan di jemput , bukan juga berbarengan dengan segerombolan teman satu kompleks. Sebuah perjalanan pulang di temani seorang anak lelaki kecil di sebrang jalan , berjalan searah di sisi yang berbeda selalu tampak menarik untukku- mungkin juga untuknya? Entahlah aku tidak pernah bertanya. Bukan perjalanan jauh , bukan sebuah perjalanan menjemput senja . Jarak yang ditempuh pun relatif dekat 300 meter untukku dan sedikit lebih jauh untuknya karena harus melewati bukit, perjalanan yang dipenuhi cerita , sesekali bercanda dan sesekali saling menggerutu ataupun ngambek . Saling berbicara dalam jarak bersebrangan dan dipisahkan jalan raya tidaklah mudah , tapi aku melakukannya hampir setiap hari. Walau terkadang aku harus mengalah untuk sedikit berjalan lebih jauh dan menemaninya mendaki bukit;tentu saja masih dalam jarak bersebrangan dia di kiri dan aku di sisi kanan- dan hingga akhirnya berpisah di atas bukit , aku harus bersyukur karena kompleksku memiliki gerbang'kecil' yang lain. Terkadang dia berjalan sendiri dan kali lain aku yang berjalan sendiri, kadang aku berjalan disisi kiri bersamanya dan menyebrang ketika sudah sampai di depan kompleks , dan terkadang dia pun melakukan hal yang sama. Selama 2 semester kami berjalan pulang bersama sama walau tidak bersisian . Hingga akhirnya semester berakhir dan berakhirlah cerita perjalanan pulang yang selalu aku tunggu .
Hingga akhirnya kami bertemu lagi -dalam suasana canggung dan hampir tidak saling mengenali dan sapaan "hai!" Itupun keluar dan aku hanya melambaikan tangan lalu pergi karena di kejar janji. Oh my! Aku masih ingin bercerita banyak hal tapi aku tidak punya waktu kala itu, jadi aku berharap kali lain ada waktu lagi.
Dan satu lagi Jangan harapkan perjalanan ini romantis , kami hanya 2 anak kecil yang dalam perjalanan pulang. Terlalu dini untuk membicarakan cinta kala itu, adakah yang istimewa? Tidak ada! Hanya saja terkadang aku ingin melakukan satu perjalanan pulang bersebrangan itu, satu kali saja. Bisa kah?
Nb: postingan kali ini bukan fiksi walaupun tidak sepenuhnya nyata. Keep reading and enjoy my story :)


