layu sebelum berbunga (part 3)

If this is a fairytale ,I wish it will end happily. Even though we are apart I can feel you here next to me  

Pernah kah kamu merasakan hal-hal kecil yang mampu membuatmu begitu bahagia? Iya , hanya hal-hal kecil tapi mampu untuk membuatmu terjaga sepanjang malam . kenapa? Karena kenyataann yang sedang kau miliki jauh lebih indah dari mimpi-mimpimu setiap malam.
Pernahkah?
Kalau kalian bertanya padaku aku akan menjawab , iya aku pernah. Saat-saat dimana seorang “pria asing” datang dan mulai menyatu dengan kehidupanku . menjadi sosok yang selalu mendengar ceritaku yang kadang tidak pernah berhenti begitu saja , seorang pria yang kini entah sedang berada di belahan bumi lainnya , mengarungi lautan mewujudkan cita-cita nya yang selama ini disimpan begitu saja. Aku yakin kalian sudah tahu siapa dia.
Masih jelas dalam ingatanku , sangat jelas percakapan kami sore itu .
---------------------------------------------
“jadi , kamu mau jadi arkeolog?” Tanya nya padaku sore itu , di taman yang saat itu tidak begitu ramai
“mungkin iya , mungkin tidak”  aku sendiri masih ragu pada saat itu
“kenapa?”
“entahlah , aku sendiri kurang yakin. Kamu bagaimana calon nahkoda?”
“entahlah aku masih berat untuk meninggalkan semuanya”
“semua butuh pengorbanan “
“hmm , iya”
“jangan menyerah ! aku kan sudah bilang aku akan mendukungmu!”
“hahaha , aku tahu”
“terus?”
“aku takut kalau aku terlalu lama pergi kamu juga akan pergi “
“……………………………”
“aku cuman takut kamu bosan. Bosan buat nunggu aku pulang”
“………………………….”
---------------------------------------------------
Dia selalu berkata begitu , takut aku pergi , takut aku bosan dan ketakutannya yang lain , ini hal yang aneh karena sebelumnya aku tidak pernah menyangka di balik sosok nya yang ramah dan hangat yang selalu mempunyai percaya diri setinggi langit ini memiliki ketakutan . bukan hal yang aneh bahkan seorang yang paling hebat pun memiliki ketakutannya sendiri , tapi apa katanya? Dia takut kehilangan aku? Dia takut aku bosan menunggunya? Ah , seandainya kalian melihat betapa merona merah nya pipi ku saat dia mengatakan hal-hal seperti itu . dia tidak berkata seolah-olah hanya ingin membuatku bahagia tapi dia mengatakan yang sebenarnya , matanya mengatakan kekalutan yang sangat dalam. Aku bahkan tidak menyangka akan dicintai sebesar ini , aku belum pernah dicintai sebesar ini oleh orang lain. Karena biasanya aku lah yang memiliki porsi besar dalam mencintai tapi sekarang? Dia memberikan ku hal yang biasanya aku berikan ke orang-orang yang pernah aku panggil kekasih.
--------------------------------------------
“kamu tahu kan aku sudah terbiasa di tinggalkan begitu saja , bahkan oleh orang tua ku sendiri”
“hmm”
“aku takut kamu akan pergi juga pada akhirnya”
“apa aku terlihat akan meninggalkanmu begitu saja?”
“tidak”
“terus? Kita sama-sama tahu rasanya ditinggal pergi begitu saja kan? Bukankah kita selalu menjaga satu sama lain karena kita berdua sama-sama tahu sepahit-pahitnya perpisahan adalah perpisahan tanpa salam , iya kan? Kita sudah sering ditinggalkan.bukan. Dicampakkan begitu saja , bukankah karena itu kita bisa menjadi sekarang? Karena kita tahu rasanya ditinggalkan makanya kita berusaha untuk tetap tinggal. Bahkan disaat yang paling bosan pun kita selalu mencoba untuk terus  berjalan sama-sama bukan berjalan sendiri-sendiri , bukannya kamu yang selalu mengajarkan aku hal-hal seperti ini?
“situasinya beda”
“apanya yang beda?”
“……………………”
----------------------------------------
Dia terdiam begitu saja , entahlah aku selalu kehabisan sabar ketika dia mulai berandai-andai hal-hal yang buruk akan terjadi. Aku tidak suka menduga-duga kejadian buruk , aku hanya menduga-duga kejadian menyenangkan yang akan terjadi. Aku selalu percaya apa yang akan terjadi adalah apa yang kita pikirkan , jadi kenapa kita harus memikirkan hal-hal buruk ketika sebenarnya masih ada hal-hal baik yang bisa kita pikirkan? ini bukan pertama kali nya kami menghadapi situasi seperti ini.
---------------------------------
 “kamu selalu menduga-duga sesuatu yang buruk akan terjadi”
“apa yang salah dari khawatir?”
“seandainya kamu mau memberikan porsi yang sedikit lebih besar untuk percaya sama aku”
“kenapa? Aku percaya sama kamu”
“kalau kamu percaya sama aku , kamu ngga bakal khawatir berlebihan kayak gini. Kamu selalu khawatir kalau aku bakal pergi , dulu kamu selalu takut kalau kamu cerita masa lalu mu aku bakal pergi sekarang kamu takut kalau kamu pergi aku juga akan pergi . kenapa kamu ngga pernah nyoba buat percaya sama aku sedikit lebih banyak?”
“aku takut kamu pergi setelah kamu tahu masa lalu aku bukan tanpa alasan , masa lalu aku nggak sebagus orang lain .apa bagusnya ditinggalkan oleh ibu di depan panti asuhan ketika kamu berumur 3 tahun? Apa bagusnya tidak pernah mengenal siapa ayahmu dari kamu lahir?”
“berkali-kali sudah ku bilang , kenapa aku ada di sebelah kamu bukan karena siapa kamu dulu. Aku tidak berada di sini untuk ayahmu , ibumu bahkan masa lalu mu. Aku ada disini karena siapa kamu sekarang , dan kamu di masa depan “
“…………………………….”
“kita nggak pernah bisa milih kita berasal dari keluarga yang seperti apa , kalaupun bisa milih siapa sih yang mau memilih kehidupan yang nggak enak? Listen to me sudah berkali-kali aku bilang sama kamu tentang hal ini: kita hidup ini kayak lagi main drama  , sudah ada Sutradara yang ngatur jalan ceritanya kita ini cuman pemain . yang bisa kita lakukan cuman jadi pemain yang baik buat cerita kehidupan kita masing-masing , terserah kamu mau membenci peran kamu atau mencintai dan menjalani peran kamu sekarang sebaik-baiknya selagi masih di kasih kesempatan”
“…………………………….”
"udahlah , ngapain sih mikir yang nggak enak? masih banyaaaaak hal-hal yang bisa bikin bahagia"
"hmm , kamu bener. aku cuman terlalu takut"
"jadi?"
"aku bakal menjalankan peran aku sebaik mungkin"
"baguussss"
"tapi"
"apalagi?"
"sama kamu ya jalaninnya?"
"ogah hahaha"
----------------------------------------
dia selalu takut ditinggalkan , aku mengerti. itu salah satu alasan kenapa aku tidak ingin meninggalkannya. kami sama-sama memiliki masa sulit tentang ditinggalkan . dan aku rasa bukan cuman kami berdua yang takut untuk ditinggalkan , bukankah kalian semua juga takut untuk ditinggalkan?
tidak pernah ada diantara kita yang siap untuk sebuah salam perpisahan bahkan perpisahan paling manis pun masih menyimpan tangis kan? apalagi perpisahan tanpa salam yang terjadi begitu saja?
---------------------------------
"jadi kalau aku pergi kamu pergi juga ngga?"
"nggak"
"yakin? nggak bosen?"
"kamu pasti pulang nggak? kalau pulang ya ditungguin"
"kalau kamu mau nunggu ya aku pulang"
"aku nunggu"
"berarti aku pulang"
-----------------------------------------
percakapan yang seperti baru terjadi kemaren sore , percakapan 10 bulan yang lalu. percakapan sebelum dia menghilang begitu saja ,percakapan sebelum postcard yang tiba-tiba muncul di depan rumah 3 minggu yang lalu ketika aku sudah akan menyerah untuk menunggu. sebenarnya aku nggak begitu suka dengan hal tunggu-menunggu tapi buat kamu aku masih menunggu dan alasan kenapa aku masih menunggu adalah karena aku tidak ingin bersama yang lain.
entahlah , apakah dia akan segera pulang atau kah hanya sebuah pengingat bahwa dia akan pulang tapi entah kapan?bagi kalian mungkin ini hanya postcard , tapi bagiku ini semacam surat perpanjangan izin untuk membuatku menunggu sedikit lebih lama lagi . jadi biarkan aku menunggu sedikit lebih lama lagi 
Source: pinterest

random

jadi , lagi bukain satu persatu file di ms office dan nemu satu file dengan nama "can you imagine" apa yang aku dapat? lupakan sejenak kalau ini adalah cerita cinta seperti yang biasa aku tulis , di file ini tertera created 28/august/2013 dan sialnya aku lupa ini aku lagi kenapa dan dimana.tapi aku tau jelas untuk siapa aku menulis .

Can you imagine , how can you hate someone whose always believe in you, someone whose most understand you. Someone whose always forgive you even that you’re was made a big trouble in his life. Can you tell me , how can? Did you want to do that?

Yes, I don’t want to . how can I hate him? how?  He is the person that I always think if he had a bigger patient more than anyone else. but in the end I know that nobody perfect, 

iya , file nya isinya cuman segini . satu paragraph yang cukup buat inget betapa besar rasa sayang yang kebentur sama kecewa nya aku sama sosok ini . tapi sayang , blog bukan lah pilihanku buat berbagi hal-hal yang terlalu pribadi . so sorry , biarpun aku sendiri nggak tahu harus cerita kemana dan biasanya blog adalah pilihan terakhirku .kali ini nggak , buat aku pribadi blog memang jurnal harian tapi ada beberapa hal yang tidak bisa dijadikan santapan publik hal-hal yang harus aku simpan sendiri itu ada. seperti sambungan cerita paragraph di atas yang belum sempat selesai ditulis ini.


Sepucuk surat (layu sebelum berbunga)


Bagaimana perasaan kalian sekarang? Sudah kah kalian merindukannya? Merindukan sosok yang bahkan belum tentu merindukan kita sebesar kita merindukan dia saat ini . 
Aku masih bingung akan aku lanjutkan seperti apa ceritaku dengan "pria aneh" ini bukan karena lupa tapi karena terlalu banyak cerita yang ingin aku ceritakan . 
Ah kata kata ku pun mulai sedikit rancu , tapi seharian ini hujan turun dengan frekuensi sedang  dan tiba-tiba aku teringat kembali dengannya, teringat bahwa aku belum selesai menceritakan kisah yang harus berakhir bahkan sebelum semuanya di mulai. Aku hanya ingin mengirim surat. Surat yang bahkan aku tidak tahu harus aku kirim kemana , karena ku dengar dia sedang mengarungi lautan di belahan dunia yang lain.
----------------------------------------------------
Dear bapak kapten kapal , 

Masih ingat kah kau dengan wanita yang dulu selalu bertemu denganmu ketika hujan mulai turun? Aku tidak tahu apakah itu kebetulan atau tidak. Walaupun aku tahu di dalam kamus hidupmu tidak ada yang namanya kebetulan ,tapi setidaknya biarkan aku mengakui sesuatu . Sesuatu yang belum pernah aku akui selama ini . pertama aku bersyukur karena sore itu , sore pertama kali kita bertemu hujan turun kalau saja hujan tidak turun tidak mungkin cafe itu penuh dan tidak mungkin kau akan duduk di depanku begitu saja seperti waktu itu .kedua , aku juga bersyukur karena waktu itu wanita yang kau tunggu tidak hadir dan kaupun tidak membawa handphone mu bersamamu ,karena seandainya kau tidak seceroboh itu pasti kau sudah menghubungi nya dan tentu saja pertemuan kita tidak akan berlanjut seterusnya.

aku senang mendengarmu sekarang sudah berlayar mengarungi lautan yang luas itu , aku berharap kau masih ingat janji mu untuk membawa aku; wanita yang selalu kau panggil wanita paling kudet abad ini hanya karena bacaan ku tidak seperti bacaanmu untuk ikut serta berlayar karena kau ingin memperlihatkan mengapa kau begitu mencintai laut dengan sangat dalam . aku berharap kau mengemudikan kapalmu dengan benar dan tidak ceroboh, karena kau selalu berbicara tentang  Monkey D luffy ,kapten kapal bajak laut yang konyol anime dari jepang .aku berharap kau tidak bertemu dengan bajak laut sungguhan karena bisa aku pastikan bajak laut seperti luffy tidak ada di dunia nyata. di samping itu dengan berlayar nya aku harap hubungan mu dengan ibumu juga sudah membaik karena kau selalu berkata tidak akan berlayar jika ibu mu masih bersikeras melarangmu mengarungi lautan. 
banyak yang ingin aku ceritakan , tentang hujan yang tidak di barengi oleh kedatanganmu yang tiba-tiba, tentang teka-teki seputar bunga yang selalu kau berikan padaku , cerita tentang awan , laut , mitologi yunani yang selalu kau bagikan padaku . banyak yang ingin aku ungkapkan tentang bagaimana hidupku berlanjut setelah kamu menghilang begitu saja dan tiba-tiba kembali hadir dengan sepucuk postcard dari negeri seberang dengan baju kebangaanmu. tentang rindu yang entah akan aku kirimkan kemana karena aku tidak pernah tau pasti keberadaanmu . 
tidak banyak yang aku harapkan , cepatlah pulang karena aku selalu berharap masih bisa menikmati hujan bersama secangkir hot chocolate untukku dan secangkir hot cappucino untukmu .
jangan pergi terlalu lama , pulang lah sesekali. aku takut hot chocolate dan hot cappucino yang sudah aku pesan berubah jadi dingin .ah sebenarnya ketakutan ku yang paling utama adalah adanya sesosok yang mengisi kursi di depan ku; kursi yang biasanya ditempati olehmu, dan ketakutan hot cappucino akan berganti dengan yang lain . karena aku pun tidak ingin ada seseorang lain yang mengisi kursi di depan ku dan aku tidak ingin hot cappucino yang biasa beradu dengan hot chocolate berganti dengan minuman yang lain. 
aku tahu kau pasti mengerti .

dari seorang wanita yang masih menunggu ceritamu setelah kau kembali dari laut.
source:pinterest

true friend-hannah montana

Malam ini ceritanya abis latian buat speech (btw, doain speech lancaar kayak jalan tol yaaaa) terus tiba-tiba playlist ke puter lagu soundtrack Hannah Montana- true friend , daaaan emang bener lagu itu bener-bener bisa nyeritain sesuatu yang udah terjadi . lagu ini ngingetin aku sama kejadian hampir 4 tahun lalu ,ga usah diitung gitu itu jaman cabe-cabe an dulu (read: jaman SMP) kenapa sama jaman smp? Dulu ya Tika sering banget muter lagu ini CMIIW , jadi kalo denger lagu ini sukanya keingetan Tika .keingetan anak-anak yang lain juga , suka kangen . SMP itu oke banget lah biar SMA juga kece banget tapi tetep aja SMP itu bener-bener :” I found them!!!!!!!!!! I love them to the mon and back and to the moon and back again (LOL) padahal udah 4 tahun , udah mencar-mencar. Udah banyak juga jatuh bangun yang mungkin di alamin sendiri  , tapi tetep aja berasa kangen pengen balik lagi .

------------------------------------------------------------------
True friends- hannah montana 

We sign our cards and letters BFF
You’ve got a million ways to make me laugh
You’re lookin’ out for me, you’ve got my back
So good to have you around
You know the secrets I could never tell
And when I’m quiet you break through my shell
Don’t feel the need to do a rebel yell
‘Cause you keep my feet on the ground
You’re a true friend
You’re here till the end
You pull me aside when something ain’t right
Talk with me now and into the night
‘Til it’s alright again
You’re a true friend
You don’t get angry when I change the plans
Somehow you’re never out of second chances
Won’t say “I told you” when I’m wrong again
I’m so lucky that I’ve found
Lyrics
A true friend
You’re here till the end
You pull me aside when something ain’t right
Talk with me now and into the night
‘Til it’s alright again
True friends will go to the ends of the earth
Till they find the things you need
Friends hang on through the ups and the downs
Cause they’ve got someone to believe in
A true friend
You’re here till the end
You pull me aside when something ain’t right
Talk with me now and into the night
No need to pretend
You’re a true friend
You’re a true friend
You’re here till the end
You pull me aside when something ain’t right
Talk with me now and into the night
‘Til it’s alright again
You’re a true friend
You’re a true friend
You’re a true friend
--------------------------------------------------------------------------------------
sebenernya aku bukan tipe orang yang gampang percaya sama orang , jarang banget punya sahabat ( I mean sahabat yang beneran sahabat) orang-orang yang pertama kali aku hubungin ketika aku lagi random bangeeet , orang-orang yang nggak pernah pergi bahkan disaat paling nggak enak sekalipun , people who never get tired to listen my drama over and over again . yap! Aku jarang banget bisa cerita yang tanpa sensor sedikitpun sama orang-orang yang “deket” sama aku. Kayak sekarang , kalau di Tanya di kuliah punya temen ngga? Aku bakal jawab iya aku punya banyak (haters not count) , punya sahabat? Hmmm so sorry aku mungkin bakal mikir keras , kenapa? buat aku pribadi sih ya 7 bulan waktu yang cepet banget  buat ngasih label "sahabat" "best friend" atau apapun itu lah , kalaupun ada juga biasanya juga ga bertahan lama . kenapa? namanya juga baru ketemu kita kan gatau dia aslinya gimana , gimana kalau ternyata dia nggak sebaik selama ini? takutnya terlalu kecewa kalau udah terlalu percaya.itu aja. 
aku tipe orang yang lebih milih cuman punya 5-6 sahabat tapi beneran sahabat , yang kalau diceritain gausah perlu bilang "jangan bilang siapa-siapa ya" , yang tetep nemenin di saat paling pait sekalipun , yang nggak pernah ikut ngomongin kita ketika orang lain udah lomba-lomba buat ngomongin kita.yang bisa ngomong pake telepati ( i mean cuman lirik-lirik aja tau apa yang kita pikirin),yang ga pernah ngetawain ke bodohan kita tapi kebodohan bareng-bareng, yang bener-bener partner in crime lah. lebih baik punya sahabat sedikit tapi saling ngejaga daripada punya banyak sahabat tapi endingnya ngomongin satu sama lain , sesakit-sakitnya di omongin orang lebih sakit diomongin sahabat sendiri .trust me it hurts.

ah , jadi kangen. kangen mereka semua . kangen Hera , kangen Bela , Kangen Izmi , Kangen Tika . ah kangeen banget mereka ber empat lah pokoknya :' 
keinget asrama jugaa dari sekian banyak anak asrama aku cuman nyantol sama tiga orang ini: Poo , ulfa, estaak . keinget Bawelnya si cantik esta buat jangan manja-manja lagi , buat rajin, buat hemat , buat dewasa , keinget rempongnya Ulfa yang rajin bangunin tiap pagi , yang selalu bilang "udah , sabar aja nja emang dia gitu tuh aku juga sebel e" , yang sering bangunin tiap malam cuman buat ke nemenin kamar mandi , yang sering maksa nemenin nonton love in paris , indonesian idol , yang sering curhat tentang pacar-pacarnya yang sering masakin kalau udah kelaperan tapi ngga suka makanan di dapur.keingat ajaibnya POO , keinget suka cerita-cerita kalo udah nikah , suka saling nasehatin padahal sama aja ,suka jalan-jalan ga jelas kesana-kesini ga jelas , suka ngetawain orang diem-diem , suka curhat dalam TJ , suka bilang "udah jangan badmood kan ada aku" ,suka ngajakin naik ke genteng buat duduk-diem-main-hp-sendiri-sendiri , suka ngajakin sepeda-an, suka ngajakin bolos-_- , suka ngajakin main kesana sini . 
uuu kangen banget-banget lah pokoknya !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 
ulfa yang satu kota aja udah jarang ketemu apalagi Poo sama esta yang nun jauh di malang sana :' hikss
hope can see all of you as soon as possible 

best regards , with hug and tons of love i miss you so!
source: pinterest

human - christina perri

I can hold my breath
 I can bite my tongue
I can stay away for days if that's what you want
be your number one

I can fake a smile
I can force a laugh 
I can dance and play the part if that what you ask
give you all I am

I can do it
I can do it
I can do it

but I'm only human
and I bleed when i fall down
I'm only human
and I crash and I break down
your words in my head, knives in my heart
you build me up and then I fall apart
cause I'm only human

I can turn it on
be a good machine
I can hold the weight of worlds if that's what you need
be your everything

I can do it
I can do it
I'll get through it

but I'm only human
and I bleed when i fall down
I'm only human
and I crash and I break down
your words in my head, knives in my heart
you build me up and then I fall apart
cause I'm only human

I'm only human
I'm only human
Just a little human

I can take so much
'til I've had enough

cause I'm only human
and I bleed when i fall down
I'm only human
and I crash and I break down
your words in my head, knives in my heart
you build me up and then I fall apart
cause I'm only human

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
yes , i am only human but i can be your number one and be your everything . if only you give me a chance to prove it .

source:pinterest

layu sebelum berbunga (part 2)

cerita sebelumnya

Siang itu begitu terik ketika aku baru saja menginjakkan kaki ku di perpustakaan kota , sebenarnya walaupun aku suka sekali membaca tapi aku jarang mengunjungi perpustakaan kota terlalu jauh lagipula perbandingan dengan koleksi buku di perpustakaan universitasku tidak beda jauh . tapi hari ini , aku memutuskan untuk bermain-main ke perpustakaan kota sekaligus mencari bahan untuk mini paper ku karena aku sudah mencari bahan di perpustakaan universitasku namun hasilnya nihil. Tempat ini , ah ini adalah tempat favoritku ,dulu.
Entah apa yang sedang terjadi dengan cuaca 15 menit kemudian matahari yang baru saja dengan gencar-gencarnya bersinar terang tiba-tiba saja berubah tertutup oleh segerombolan awan berwarna abu-abu dan titik hujan pertama jatuh. Aku selalu suka saat hujan turun , terlalu suka malah. Sejenak aku melupakan mini paper ku dan turut larut memandangi rintik hujan dari balik kaca jendela besar hingga suara berat yang terdengar tidak asing tertangkap oleh indera pendengaranku.
“hai, apa kabar?”
Dan aku mengalihkan pandanganku dari hujan , apa yang aku lihat? Sesosok pria jangkung dengan mata hazelnut nya sedang tersenyum dengan senyum simpulnya yang aku kenali sebagai “pria asing” di café tempo hari.
“oh , hai baik , kamu?”
“baik juga , aku sudah bilang kan kita pasti ketemu lagi”
“hehe , pede banget”
“see , tapi bener kan?”
“ini cuman kebetulan”
“nggak ada kebetulan di dunia ini , semua terjadi karena sesuatu alasan”
“ah nggak juga”
“ngga percaya?”
“nggak”
“oke , kita ketemu lagi karena kamu harus melaporkan hasil pencarianmu”
“tentang?”
“sweet pea”
“ooh hahaha”
“gimana? Sudah tahu?”
“sudah , terima kasih untuk saat-saat yang menyenangkan. Iya kan?”
“haha , iya kamu benar”
Dan akhirnya mengalirlah satu cerita , bahwasannya kemaren dia berjanji dengan seseorang temannya. Bukan teman biasa katanya , perempuan dan sepertinya memiliki tempat khusus di hati “pria asing”  ini. Tapi akhirnya dia bercerita juga bahwa perempuan yang ditunggunya ini adalah perempuan yang dulu pernah menghabiskan hari-hari nya bersama pria ini , tapi memilih untuk meninggalkan karena alasan klise “kamu terlalu baik buat aku” dan setelah beberapa waktu kemudian perempuan ini kembali dan mengatakan “kamu yang terbaik buat aku”  alasan yang aneh , sekarang aku mengerti kenapa pria ini tidak ingin menghubungi perempuan tersebut untuk memastikan kedatangannya di café beberapa hari lalu. Siapa pun pasti tidak ingin seenanknya di campakkan dan di pungut lagi begitu saja kan?
“kamu suka hujan ya?”
Tanya nya tiba-tiba entah dia yang terlalu suka mengejutkanku atau aku yang jadi gampang melamun ketika pria ini berada di sekitarku.
“ya lumayan lah , bau hujan bisa meresonansikan ingatan dan menenangkan fikiran”
“kamu tahu nggak , awan yang menciptakan hujan?”
“awan gelap”
Kataku langsung dengan mantap
“hahaha bukan itu”
Ah lagi-lagi pria ini ,semoga saja dia tidak memberikanku teka-teki seputar awan seperti dia memberiku teka-teki seputar bunga seperti di café tempo hari.
“terus? Aku sedang tidak ingin bermain teka-teki”
“tunggu sebentar”
Kemudian dia bangkit dan meninggalkan ku seperti sebelumnya , 5 menit kemudian dia telah kembali dengan sebuah buku bersampulkan gambar awan-awan di depannya. Kemudian setengah jam selanjutnya adalah dia menjelaskan berbagai macam jenis-jenis awan .dia , “pria asing”  ini selalu tahu caranya member tahu tanpa menggurui dan menghadirkan rasa nyaman kepada seseorang di sekelilingnya , tunggu apa aku bilang? Nyaman? Ah sepertinya aku mulai gila. Bagaimana mungkin aku bisa merasakan perasaaan nyaman pada pria asing yang baru aku temui dua kali ini.
“kamu suka banget ya sama awan? Apa hujan?”
“emang kenapa?”
“habis kamu tahu banyak kayaknya tentang awan”
Akhirnya telontar juga penasaran ku dari tadi , kenapa “pria asing ini”  sepertinya begitu semangat saat menjelaskan tentang awan dan macam-macam jenis awan.
“nggak juga sih , perubahan cuaca bisa dengan sangat cepat terjadi, sebagi seorang pelaut, harus memperhatikan dan mengenali setiap perubahan tersebut. baik buruknya cuaca akan sangat mempengaruhi perjalanan pelayaran. berita berita cuaca harus terus kita monitor agar mendapatkan berita yg up to date. dari informasi elektronik. tapi sebagai pelaut yg kesehariannya hidup di atas laut, kita tidak harus mengandalkan informasi media elektronik saja, dgn mengenali kebiasan prilaku cuaca dengan mata telanjang dan feeling dari pengalaman kita kita bisa memprediksi gejala gejala cuaca di sekita kita. dengan mengamati awan kita bisa tahu bagaimana cuaca hari ini. dgn itu kita harus pahami betul sifat sifat dari awan tersebut”
“ooo jadi kamu pelaut?”
“mungkin nanti , yang jelas nggak sekarang”
“kenapa?”
“biasa , orang tua nggak setuju”
“oooh gitu”
“hehehe ya begitulah , kadang yang kita inginkan pun belum tentu bisa kita wujudkan”
“iya sih , usaha aja”
“nanti mungkin , kalau masih ada waktu”
“pasti ada”
Entah kenapa , tiba-tiba aku merasa seperti ingin membantunya menjaga mimpinya untuk menjadi seorang pelaut . walaupun sesungguhnya aku buta tentang hal-hal menyangkut pelaut , tapi untuk pria asing ini entah kenapa aku ingin menunjukkan kalau aku pasti mendukungnya. Sepertinya aku mulai gila.
“udah sore , aku pulang duluan ya”
“iya , hujan juga udah berhenti aku juga udah mau pulang . mau bareng?”
Ah , dia sepertinya memang orang baik . tapi sayang aku masih terlalu ragu lagipula aku membawa kendaraan sendiri.
“nggak , aku bawa kendaraan sendiri kok , tapi makasih ya”
“oke , hati-hati aku duluan”
“tunggu”
“kenapa?”
“nggak apa-apa , nggak jadi”
Hampir saja! Tahu apa yang barusan akan aku katakan? Kita masih ketemu lagi kan?  Oh , sejak kapan aku berharap bertemu dengan pria ini? Untung saja sebelum aku menyesali perkataan yang-untungnya-tertahan-begitu-saja.
“kita pasti ketemu lagi kok , tenang saja . tidak ada kebetulan di dunia ini . bye”
Sesaat setelah dia berlalu aku merasakan bahwa wajahku berubah warna menjadi merah , hal yang pasti terjadi ketika aku sedang malu. Ah semudah itukah membaca fikiranku . tapi setidaknya aku tidak perlu bertanya pertanyaan yang bisa membuatku malu ini , walaupun sesungguhnya aku sendiri tidak tahu kapan akan bertemu dengan “pria asing” ini karena dia selalu muncul tiba-tiba sama seperti perasaan yang tiba-tiba muncul , ah aku pasti sudah mulai gila .


source: pinterest


Beberapa kutipan berasal dari sini: http://infokapal.wordpress.com/2011/01/15/634/

layu sebelum berbunga

ini cerita tentang bagaimana aku yang merasa patah hati dengan seseorang yang bahkan tidak aku kenal dengan baik sama sekali. huh lucu kan? silahkan tertawakan kebodohanku yang satu ini , bagaimana aku merasa ditinggalkan dan hampa setelah pria aneh itu pergi begitu saja. ini perasaaan yang berbeda , perasaan sakit yang ditimbulkan olehnya kali ini berbeda. ini bukan karena dia pergi begitu saja , aku sudah terbiasa dengan ditinggal pergi begitu saja. tapi mungkin karena diam-diam aku sudah mulai terbiasa dengan segala hal-hal aneh atau mungkin juga karena diam-diam dan tanpa sadar perasaan bernama "cinta" ini sudah muncul tanpa permisis sebelumnya. ah, terlalu banyak kemungkinan yang bermunculan begitu saja dan aku sendiri tidak begitu yakin dengan kemungkinan-kemungkinan ini. lihat? aku bukan tidak yakin tapi aku takut. takut tentang kemungkinan yang sebenarnya terjadi, ah aku sudah terlalu banyak bercerita tentang pria aneh yang selalu bercita-cita menjadi nahkoda itu. sesosok pria yang bahkan tidak aku kenal baik , masih jelas di inghatanku yang tidak seberapa ini bagaimana pertemuan pertama ku dengan pria aneh itu terlalu ala-ala FTV remaja jaman sekarang kalau aku bilang. tapi , karena aku sedang ingin mengenangnya maka akan aku ceritakan bagaimana awal mula aku bertemu dengan sesosok yang kini mungkin sedang berada di belahan laut lainnya.

pertemuan pertama kami terjadi di cafe favoritku , aku bilang kafe favorit karena cafe ini bersebelahan dengan toko buku dan bersebrangan dengan toko bunga. jadi setelah membeli buku ataupun komik yang memang sudah lama aku tunggu aku akan langsung menuju kesana dan itu memang sudah menjadi rutinitasku setiap bulan , tidak ada yang berbeda sore itu sampai ketika rintik hujan perlahan datang tanpa permisi. Bergegas aku memilih kursi nomor 3 dari pintu di pojok kanan di sebelah jendela besar yang langsung berhadapan dengan jalan raya yang mulai di padati orang-orang yang tergesa-gesa. Segera setelah pelayan mencatat pesananku. Hot chocolate dan cheese cake. Pelayan itu meninggalkanku dan aku mulai larut dalam alur cerita novel, hingga tiba-tiba
 "kamu sendiri? Aku boleh duduk disini?" 
Dan pandangan kami bertemu , cukup lama hingga dia mengulangi pertanyannya 
"kalau kamu nggak keberatan aku boleh duduk disini? kalau nanti sudah ada bangku kosong aku bakal langsung pindah" 
sebelum menjawab ku edarkan pandanganku dan memang semua meja penuh ,efek hujan batinku. "silahkan , tapi aku sedang membaca" 
aku memang tidak senang di ganggu ketika sedang membaca , makanya aku sering kesini sendiri.
"oke , deal. terima kasih"
 segera setelahnya dia menarik kursi dihadapanku dan keheningan pun tercipta karena aku kembali larut ke dalam bacaanku yang sempat tertunda karena kedatangan pria ini. dua orang asing yang "terpaksa" duduk satu meja karena suatu keadaan dan hanyut dalam diam hingga
"mbak , ini pesanannya ada tambahan lagi?" 
pelayan telah mengatantarkan pesananku . aku bahkan hampir lupa telah memesan sesuatu , sesaat sebelum pelayan itu pergi terdengar suara berat yang menahan pelayan tersebut 
"cappucino panas satu ya mbak" 
dan pelayan tersebut pergi setelah memastikan pesanan pria asing di hadapankku kini. 
"aah akhirnya selesai" 
seruku sambil menutup komik yang baru aku beli dan mulai meminum hot chocolate ku yang sudah tidak panas lagi itu , 
"suka cheese cake?"  
tiba-tiba pria itu membuka obrolan , mungkin karena dia melihat aku sudah menutup novel dan memasukkannya kembali ke dalam plastik 
"hmm iya lumayan sih ,mau?"
setelah berfikir sebentar aku menawarkan cheese cake kepada nya karena sepertinya dia cukup baik
."nggak , makasih tahu nggak katanya orang yang suka cheese cake tipe orang yang penuh cinta ,perasaan yang cukup halus sehingga gampang tersentuh.lebih menikmati suasana mellow ketimbang hingar bingar keramaian" 
"hmm lumayan bener sih" 
dan dia tersenyum.sebuah senyum simpul tapi entah kenapa cukup untuk membuatku terpana , bahwa lelaki asing di hadapanku ini cukup menarik. dan satu hal yang baru aku sadari adalah sebuat mata berwarna hazelnut yang menaungi kedua matanya.
"mas , ini pesanannya .hot cappucino"
"ah ya , terima kasih mbak"
setelah pelayan itu pergi , aku kembali memperhatikan pria asing di hadapanku ini yang sedang asik menikmati pesanannya yang baru datang itu 
"kenapa?"
sepertinya dia sadar kalau sedang aku perhatikan. aku hanya menggeleng dan membuang muka ke luar jendela memperhatikan toko bunga di seberang jalan.
"lagi nunggu orang ya?"
kata ku akhirnya karena melihatnya seperti gelisah melihat jam di pergelangan tangannya
"iya , udah sejam tapi kayaknya ngga dateng deh"
"di telfon aja , apa di sms"
"Handphone ku ketinggalan di rumah"
"pakai punya aku aja"
sesaat setelah menawarkan aku sedikit menyesal , ah bagaimana kalau ini hanya akal-akalannya saja .tapi lagi-lagi sebagian diriku meyakinkan kalau dia adalah orang baik
"nggak usah , makasih . lagian aku nggak hafal nomornya hehehe"
dan setelahnya dia menceritakan tentang banyak hal dari hal-hal sederhana sampai hal-hal aneh yang terlihat tidak penting. dan yang aku tangkap dari pria asing ini adalah dia tipe orang ramah dan memiliki selera humornya tinggi dan tidak terlalu jaga gengsi . hampir satu jam lebih kami terlibat obrolan seru hingga dia melirik ke arah jam di tangannya sekilas dan berdiri dari kursinya.
"sebentar ya"
setelah nya dia berjalan ke kasir dan langsung menuju ke pintu keluar . aku hanya mengamati gerak-geriknya dari meja ku enggan untuk bertanya apalagi mengikutinya. dia berkata sebentar kemudian keluar , apa maksudnya? entahlah. anggap saja dia tadi hanya numpang minum dan karena sekarang hujan mulai berhenti dia sudah tidak harus ada di dalam cafe ini lagi kan? tapi kemudian tiba-tiba pria asing itu kembali ke dalam cafe sambil membawa sebuket bunga yang aku sendiri tidak tahu jenis apa itu . aku memang payah dalam hal berkebun aku hanya sebatas tahu bunga mawar, melati,kamboja , teratai, lily ya hanya sebatas bunga yang ditanam ibu di halaman rumah.
"buat kamu"
"terima kasih , tapi ini bunga apa?"
"hahaha kamu tidak tahu?"
ntah kenapa pria ini pintar sekali bermain dengan perasaan karena tertawanya bukan tertawa yang mengintimidasi ketidak tahuanku atas bunga yang kini sudah berpindah ke tanganku ini.
"baiklah , ini namanya bunga sweet pea"
"oooh"
aku hanya ber-ooh-ria dan memperhatikan bunga tersebut hingga akhirnya dia berdiri.
"setiap bunga memiliki arti "
"kalau bunga ini artinya apa?"
"kamu penasaran? kamu bisa cari sendiri aku sudah memberikan clue-nya kan? namanya sweet pea"
"hmmm"
kataku setengah kesal karena dia tidak memberitahukanku dan malah memberikanku teka-teki seputar bunga.
"kalau aku sudah tahu bagaimana?"
"kita pasti ketemu lagi kok"
katanya dengan mantap setelah itu dia mengucapkan selamat tinggal lalu berbalik badan dan berjalan keluar dari cafe. segera setelah dia pergi aku bergegas merapikan buku-buku yang baru saja aku beli dan mendapati bahwa dia telah membayar semua pesanan di meja kami tadi. aku bergegas pulang kerumah dan mencari arti dari bunga sweet pea. dan sesaat setelah ketemua arti dari bunga sweet pea tersebut sebuah senyum hadir begitu saja. dan aku berharap kata-kata "kita pasti ketemu lagi kok" tidak hanya sekedar basa-basi biasa.


arti dari bunga sweet pea yang aku temukan dari mesin pencari dan setelah memastikannya pada ibu adalah  "terima kasih untuk saat-saat yang menyenangkan".


source: pinterest.com


continue part 2

stranger with memory

“oy , ngelamun lagi”
“ha?”
“parah ah , kamu kenapa sih? Akhir-akhir ini seringnya ngelamun mulu”
“apaan sih , siapa yang ngelamun?”
“tuh , Tanya rumput yang bergoyang”
“sewot banget sih , lagi dapet ya?”
“ya salam , nenek nenek peyot juga tahu kamu lagi ngelamun”
“ngaco ah”
“kamu yang ngaco , kalau orang normal sih ya itu ice cream di makan bukan di diemin nyampe meleleh gitu”
“ya ampun , aku lupa”
“segitu parahnya ya? Sampe ice cream di tangan aja bisa lupa”
Well , lagi-lagi aku ketangkap basah lagi ngelamun sama cewek ini , sahabat ku sendiri  . bukannya tidak suka tapi aku lebih suka menyimpan segalanya sendiri. Semua tentang pria ini , pria yang beberapa minggu terakhir ini seperti sedang menghindariku tanpa alasan dan sebab yang jelas . pergi begitu saja tanpa salam perpisahan seperti tidak ada yang pernah terjadi di antara kami berdua. Bukan kah pria itu sendiri tau perpisahan itu menyakitkan , apalagi perpisahan tanpa salam bukankah itu lebih menyakitkan lagi? Seharusnya dia tahu. Iya seharusnya dia tahu seandainya dia lebih peka sedikit.sedikit saja.
“buset , apa apan nih”
“apaan sih? ribut mulu daritadi”
“kesambet apaan , segala macam kayak gini dibeli lollipop 3 , coklat 4 , ice cream 2 . satu biji aja lupa di makan nyampe meleleh semua gitu”
“oh , lagi pengen aja”
“ha? Aku jadi ngga ngerti sama kamu ckckck”
“iya tadi pengen .tapi sekarang udah nggak”
“pengen apa kangen?”
“apa hubungannya?”
“ngga usah bohong , aku tahu. Kalian belum baikan?”
“siapa yang marahan?”
“seenggaknya kalau nggak lagi marahan nggak mungkin kalian misah-misah gini”
“ya tapi emang nggak ada yang marahan”
“jadi , dia pergi gitu aja?”
“………………………..”
“lagi?”
“……………………..”
“oh c’mon kamu ngga bisa gini terus”
Sial , kenapa dia selalu tahu. Padahal aku sudah berusaha sebaik mungkin bersikap seperti tidak-terjadi-apa-apa-diantara-kami-berdua .harus aku akui aktingku memang payah karena dia adalah perempuan baik yang sangat peduli pada siapapun. Tapi , tunggu dia bilang aku kangen? Ah nggak mungkin. Aku nggak kangen sama sosok pria cuek dan dingin itu. Nggak sama sekali. Tapi , mungkin aku bohong aku terlalu sering mengelak dari dulu , setiap pria itu kembali dari menghilangnya pertanyaan pertamanya adalah “kamu kangen nggak?” atau ketika aku mendesaknya dengan pertanyaan kenapa dia menghilang dia akan menjawab dengan wajah kalem dan senyum khasnya “biar kamu tahu rasanya kangen aku , trus biar aku tau rasanya di kangenin sama bidadari kayak kamu” jawaban konyol yang pada akhirnya akan membuatku semakin cemberut hingga dia mengeluarkan benda sakti nya , sebatang lollipop rasa coklat , atau sebatang coklat dan kadang kala ice cream coklat. Dia tahu aku tergila-gila dengan coklat. Mungkin itu juga yang membuat aku tanpa sadar membeli semua “benda saktinya” itu , mungkin sebagian dari aku berharap dengan ”benda saktinya” itu keadaan bisa mencair kembali sama seperti ice cream yang ku biarkan meleleh begitu saja .kalau aku bisa memaafkannya dengan “benda sakti” ini mungkin aku bisa melakukan hal yang sama pada pria itu.
“sebelumnya kalian berantem?”
“nggak”
“terus?”
“nggak tau. Tiba-tiba aja”
“mungkin kamu harus berhenti”
“berhenti buat apa?”
“buat nunggu dia”
“aku nggak pernah nunggu”
“tapi kenyataannya?”
“………………………..”
“kamu bisa dapet yang lebih kalau kamu belajar melepaskannya”
“aku nggak mau yang lebih. Dia aja udah lebih dari cukup”
“tapi dia ngerasa cukup nggak sama kamu?”
“nggak tau”
“kamu nggak capek? Dia bisa datang dan pergi sesukanya. Tapi kamu? Cuman bisa nunggu kapan dia balik lagi”
“kalau aja bisa , tapi aku nggak bisa”
“5 bulan bukan waktu yang sebentar buat tahu gimana endingnya kalian berdua”
“aku sabar kok”
“aku yang nggak sabar liat kamu kayak gini, kamu kayak orang linglung kalau lagi ditinggal gini. Mau marah juga nggak bisa kamu kan bukan pacarnya , hubungan kalian gimana sih sebenernya?”
“nggak tahu. Aku juga nggak ngerti”
“kenapa kamu nggak pernah nanya? Kamu sayang?”
“sayang”
“terus?”
“kita kan cewek , nggak mungkin nanya duluan”
“siapa bilang? Kamu berhak kok nanya kepastian hubungan kalian berdua , biar jelas. Biar kamu tahu siapa yang lagi kamu tunggu. Buat apa ditunggu kalau nggak jelas”
“aku takut”
“takut dia pergi?”
“mungkin”
“seenggaknya kalau dia pergi setelah nya kamu tahu kalau dia memang nggak perlu di tunggu. Daripada kamu nunggu yang nggak jelas gini”
“aku suka kok nunggu dia”
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
berapa kali aku mengelak dan entah sudah berapa kali juga perempuan satu ini bersikukuh menyuruhku untuk meninggalkan pria itu tetap saja yang terjadi tidak akan ada kesepakatan di antara kami , karena aku akan tetap menunggu pria ini kembali dan dia akan tetap menyuruhku untuk berhenti menunggu sesuatu yang tidak pasti. Aku tahu seharusnya aku berhenti menunggu , toh dia belum tentu akan kembali lagi. Tapi sebagian dari diriku menahannya dan meyakinkan bagian diriku yang lain agar tetap menunggu karena dia pasti akan kembali. Tidak peduli berapa lama lagi waktu yang akan habis aku yakin dia akan kembali , ini hanya masalah waktu kan? Dan mungkin sedikit masalah hati. Bagaimana kalau ternyata hatinya memilih untuk tidak kembali? Bagaimana kalau akhirnya kami berdua akan berakhir seperti ini? Seperti 2 orang asing tidak saling kenal yang memiliki memori tentang satu sama lain? Entahlah. Aku sendiri selalu berharap hal-hal buruk seperti itu tidak akan keluar dari kepalaku ini. Aku tidak mau memikirkannya , bisa gila aku nantinya. Setidaknya biarkan aku menunggunya , sedikit lebih lama dari biasanya. Mungkin dia sedang tersesat , sebentar lagi dia pasti akan kembali. Dengan “benda sakti” dan pertanyaan-pertanyaan anehnya tentunya. Semoga saja. Secepatnya sebelum aku sendiri lelah menunggunya. Aku ada di tempat yang sama ketika dia meninggalkan aku.




source:pinterest



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS