bukan surat, ini pesan

Hai , kali ini mungkin bukan surat panjang seperti biasanya yang akan aku kirimkan . hanya sebuah pesan ,pesan singkat untukmu yang tidak tahu sedang berada dimana. 

Teruslah melangkah , jangan takut. Jangan cemas
Jika resah dan gundah tiba-tiba menghampiri berhentilah sejenak , jangan ragu jangan khawatir
Jika tidak ada tempat untukmu kembali dan beristirahat , maka hatiku lah tempatnya
Tidak seberapa bagus mungkin ,tapi setidaknya menawarkan ke nyamanan yang mungkin butuhkan
Tidak seberapa indah mungkin , tapi setidaknya berusaha memenuhi yang kau inginkan .
Jangan pernah takut dan berbalik , karna kalaupun berbalik maka aku adalah orang yang pertama kali kau lihat dalam beberapa langkah mundur
Bukan mengikutimu , aku hanya berusaha menjagamu . berusaha untuk menangkapmu jika saja sewaktu-waktu kamu terjatuh dalam perjalanan mu .
Sejauh apapun kamu pergi. Dengan siapa kali ini kamu pergi sudah seperti bukan masalah lagi.
Aku sudah terbiasa , menyakitkan memang. Tapi entah mengapa selama aku meyakini kamu masih akan pulang , aku masih tetap berusaha menerima mu kembali. 
Dan aku tidak bisa berkata tidak ketika kau bilang “Aku akan pulang
Kau tidak perlu tahu. Tapi nama mu akan selalu terucap mana kala aku sedang bercengkrama dengan sang pencipta dalam bait bait doa.


— 
Aku yang berdoa untuk kebahagiaanmu. Mencoba mendekatimu melalui sang pencipta. Agar sang pencipta tahu aku masih terus berusaha membuatmu bahagia dengan sejuta cara.


 
pict isnt mine


untuk siapa saja

Hai , teruntuk kamu yang mungkin membaca pesan ini
Mungkin kamu akan heran , atau kamu justru tak acuh sama sekali .
Pernah kah kamu berdiri di antara pilihan menyerah atau tetap tinggal dan bertahan?
Pernah kah kamu berdiri di antara ingin melepaskan atau tetap mengenggam?
Pernah kah kamu berada di antara ingin melupakan atau tetap menyimpan kenangan?
Pernah kah kamu berdiri di antara ingin percaya atau tidak percaya ?
Baik. Kalau begitu tolong ajari aku ,
Ajari aku untuk menyerah dan melepaskan semua lalu belajar untuk tidak percaya bahwa pernah ada cerita yang sangat ingin aku lupakan kenangannya.
Ajari aku untuk terus berjalan walau terkadang ada beberapa kenangan yang memaksa untuk tetap ikut kemana pun aku pergi .
Ajari aku untuk terus tertawa walau terkadang keinginan untuk menangisi apa yang telah terjadi sesekali menghampiri tanpa permisi .
Ajari aku untuk terus berjalan ke depan membawa sebuah anggapan bahwa “tidak semua harapan itu semu” walau terkadang rasa ingin menoleh kebelakang sangat besar dan membuatku untuk terus menahan diriku berkali-agar jangan sampai aku kembali
Ajari aku untuk membuka hati agar percaya tidak semua orang itu sama walau mungkin mereka akan memberikan luka yang sama 
Ajari aku , agar aku tetap bahagia dan selalu bahagia walau tidak mungkin selamanya bahagia .

kita tidak pernah sama

Hai , aku tidak tahu apakah kau mulai lelah dengan surat yang tak pernah henti dari ku? Aku tidak meminta mu untuk membaca setiap tulisan ku tentangmu, anggap saja aku tidak menulis tentang mu .
Semakin aku menulis tentangmu semakin terlihat betapa menyedihkannya aku tanpa mu, anggap saja penebus karena aku tidak pernah bisa menggambarkan kebahagian dengan kata-kata .
Aku kembali menulis tentangmu , berusaha memberi pengertian kepada banyak orang yang terus bertanya . membuatku berfikir mengapa kita tidak berakhir bahagia , dan perlahan aku menemukan jawabannya .
Aku menyukai coklat yang kental dan manis dan kau menyukai kopi hitam yang pekat dan pahit
Aku menyukai keramaian hingar bingar manusia dan kau menyukai ketenangan jauh dari hingar bingar manusia
Aku menyukai pantai dan ombak yang berlarian saling mengejar satu sama lain dan kau menyukai ke segaran udara pegunungan dan suara daun yang bergesek terkena angin.
Aku penuh spontanitas dan kau selalu penuh rencana
Aku tidak pernah tahu akan seperti apa hari esok tapi kau selalu tahu bahkan hingga beberapa tahun kedepan.
Aku menulis fiksi dan cerita cinta mello drama sedang kau menulis non fiksi dan ilmiah
Aku adalah lautan dangkal pinggir pantai yang penuh ombak sedang kau adalah lautan yang tenang dalam
Aku selalu terjebak dalam masa lalu sedang kau terus berjalan membuka lembar baru
Aku menyukai mu dan kau tidak. Itu yang paling berbeda dari semua perbedaan kita itu yang paling mencolok , itu yang paling fatal.
Kita adalah sepasang manusia dengan jalan fikiran yang berbeda
Kita adalah sepasang manusia dengan tujuan yang tak pernah sama
Kita adalah sepasang manusia dengan mimpi yang tak jadi satu
Kita adalah sepasang manusia dengan hati yang tak pernah bertemu
Bahkan hingga di ujung cerita , bahagia yang pernah ada pun hanya semu . aku merasa bahagia sedangkan kau biasa saja , perlahan aku pun menemukan alasan mengapa kita tidak pernah bertemu dan bahagia bersama selamanya .
Kau bohong tentang selamanya , tidak ada selamanya di dunia ini .
Sayangnya aku tetap percaya walau kau berbohong .
Aku tetap percaya bahwa kita bisa bahagia bersama “selamanya”


dari aku , si laut dangkal tepi pantai





berapa lama "selamanya" itu?

hai , maafkan aku yang tak sempat mengirimi mu surat hari kemarin . 
aku sedang sibuk , berusaha terlihat tetap bahagia dan tetap tertawa 
jadi, ijinkan hari ini aku menuliskan satu surat tentangmu lagi , aku kembali membuka satu per satu draft tulisan yang pernah aku tulis selama kita masih bersama . kau tahu ? menyakitkan ketika kembali membacanya .
menyakitkan bukan karena aku terpaksa membuka kenangan lama , tapi menyakitkan karena di dalam tulisan tulisan tersebut walaupun aku menuliskan cerita bahagia tetap saja tersirat sebuah ke khawatiran bahwa semua hanya sementara.
bahwa bahagia yang sedang dirasakan adalah semu , tidak nyata dan tidak selamanya . 
walau aku sendiri tidak paham selama apa definisi "selamanya" itu sendiri . 
10 minggu?
6 bulan?
3 tahun?
15 tahun?
entahlah , karena yang jelas jika yang kau maksud "selamanya" adalah yang pernah kau ucap maka yang aku anggap "selamanya" adalah 73 minggu . 
aku tidak tahu bahwa 73 minggu berarti selamanya . 
kau adalah orang yang mengajarkan ku bahwa 73 minggu berarti selamanya . 
walau setelah 73 minggu berlalu kau pun berlalu begitu saja . 
kau mungkin berlalu tapi kenangan tentangmu tidak , kau tahu itu kan?
kau mungkin berlalu tapi kedai es krim tempat yang biasa kita kunjungi tidak 
kau mungkin berlalu tapi jalan yang bisa kita lewati tidak 
kau mungkin menghilang tapi aku tidak 
jadi aku masih disini , berusaha memahami makna dari "selamanya" yang pernah kau ucapkan.

Dari , aku yang pernah kau janjikan selamanya

ps:tenang , aku tak bermaksud menagih janji selamanya yang pernah kau ucapkan. 

pengakuan yang tak pernah terucap

Hai , aku akan tetap menyapamu walau mungkin kamu tidak membacaku
aku akan mengakui sesuatu padamu kali ini , mungkin ini terlambat tapi setidaknya ada beberapa hal yang aku ingin kau tahu. 
Mungkin memang benar kalau aku takut untuk kehilangan
Mungkin juga benar jika aku terlalu takut sendiri setelah sekian lama bersama
Mungkin juga aku yang sudah merasa memiliki walau kenyataanya tidak
Mungkin aku yang tidak pernah mengerti tentang apa yang selama ini sudah kamu lakukan untuk menyenangkan hati seorang gadis manja dan cengeng ini , aku tidak pernah berfikir tentang mu lebih jauh, lebih dalam.
Aku tidak pernah mencarimu bahkan jika kamu menghilang sekalipun , aku terlalu percaya bahwa kamu akan datang lagi , satu yang aku lupa . aku lupa bahwa kamu mungkin saja merasa lelah dan memutuskan untuk pergi ketika aku sendiri tidak sadar bahwa kamu sedang menghilang .
Mungkin aku yang terlalu silau untuk menatap ke arah mu hingga aku selalu memandang jauh ke depan , mencari orang yang jauh entah dimana ketika sosok mu yang selalu ada hadir di depan mata tidak pernah terlihat oleh ku.
Bahkan jika kamu memilih untuk pergi ,sesungguhnya  aku tidak akan membiarkanmu
Bahkan jika nanti kamu bosan , sejujurnya aku tidak ingin kamu pergi dan berlalu
Bahkan jika nanti kamu lelah , sebenarnya aku tidak ingin kamu berhenti
Bahkan jika nanti pada akhirnya kamu menyerah , aku tetap tidak ingin kamu tahu bahwa selalu ada harapan untuk berkata “jangan menyerah , jangan pergi. Tetap disini”
Aku tetap tidak akan membiarkan kamu tahu betapa kamu  selalu menjadi orang pertama yang aku cari ketika aku melihat sesuatu hal menarik , bahwa kamu adalah orang yang selalu ingin aku rasakan kehadirannya di sekitarku , bahwa sesungguhnya pundak mu lah yang selalu ingin kujadikan tempat bersandar , bahwa aku membutuhkanmu lebih dari siapapun.
kamu tidak pernah bertanya mengapa mendung bergelayut di wajahku yang kamu lakukan hanyalah berusaha untuk mengusir awan mendung dari sana tanpa pernah bertanya apa yang sedang terjadi .
Tanpa pernah disadari aku semakin bergantung pada mu , sendiri mulai terasa aneh untukku . ada ruang kosong ketika aku sendiri , aku tidak pernah tahu apa yang sedang bermain di dalam fikiran mu .
Sama sepertinya aku tidak pernah bertanya kenapa ,yang aku lakukan hanyalah membuatmu tahu bahwa kapanpun itu , apapun yang sedang terjadi , kabar apapun yang aku akan aku dengar sekali lagi aku tidak akn pernah meninggalkan mu , aku tidak akan membiarkan mu menghadapi semuanya sendirian lagi .
Sama seperti mu , aku ingin meyakinkan mu bahwa aku cukup kuat untuk menemani mu , untuk terus di genggam tangannya oleh mu , untuk terus mendengarkan cerita bodoh mu, untuk terus mendengar mimpi mu , untuk terus selalu menemani mu entah kemana .
Tapi ada beberapa hal yang tidak pernah aku lakukan , aku tidak pernah berani menyelami hati mu lebih dalam . aku hanya menatap dari permukaan sambil menebak-nebak sedalam apa hati mu , apa yang ada disana ,kepada siapa akan kau berikan hati mu .
Aku hanya terlalu pengecut untuk menerima kenyaataan jika bukan aku yang ada disana , jika ternyata aku tidak pernah mencapai dasar hati mu , jika aku hanya berada di permukaan tanpa pernah bisa menyentuh dasar hati mu .
Aku hanya terlalu takut terbangun dari mimpi indah yang aku ciptakan sendiri , aku tidak pernah bertanya bukan karena aku tidak mau , aku hanya takut akan jawaban yang belum tentu memihakku .

Dari aku, yang tak pernah mengutarakan apapun padamu padahal punya sejuta pengakuan untukmu


 .
source: pinterest



selamat datang februari

 Hai, Surat pertama di bulan februari tidak akan aku tujukkan hanya untuk nya. 

selamat datang februari , selamat datang bulan yang katanya penuh kasih sayang.
Tidak pernah tahu apakah akan ada harapan yang berakhir dengan kebahagiaan di bulan ini , ataukah masih saja harapan tanpa ujung dan tanpa tanda-tanda akan berakhir seperti apa .
Tapi setidaknya, bulan baru setidaknya akan diikuti dengan munculnya beberapa harapan baru . entah percintaan , karir , pendidikan atau persahabatan .
Akan ada banyak kalimat “februari , be nice to me” dan mungkin juga beberapa kalimat serupa seperti itu di awal bulan ini , mereka selalu mengingat untuk meminta bulan ini menjadi bulan yang baik untuk mereka tapi sedikit dari mereka yang berterima kasih di akhir bulan atas hal-hal baik yang terjadi selama sebulan belakangan .
Apakah ini artinya , harapan yang telah dikabulkan menjadi sia-sia? Tanpa ada ucapan terima kasih?
Tidak akan ada yang tahu akan jadi seperti apa februari kali ini ,
Pun demikian dengan aku , dengan mu , dengan kita dan mungkin dengan mereka .
Aku tidak mengharapkan akan adatangnya hal-hal baik karena ketika mereka tidak datang maka aku akan kecewa , aku akan membiarkan semua hal datang silih berganti .
Aku akan menerima mereka semua , menikmati semua kejadian demi kejadian
Entah menyenangkan atau tidak , semua yang terjadi tetap patut untuk di syukuri kan?
Aku akan belajar , belajar menerima bahwa tidak semua harapan menjadi nyata dan tidak semua keinginan di kabulkan begitu saja .
Tidak ada hal yang selamanya akan tetap indah ,
Bunga yang sedang mekar akan mati dan layu pada akhirnya
Permen yang manis akan kadaluarsa pada akhirnya
Dan , tidak ada hal yang selamanya akan berakhir buruk
Itik yang buruk rupa akan berubah menjadi angsa yang indah di akhir cerita
Ulat yang terlihat menjijikkan di awal pun akan berubah menjadi kupu-kupu pada akhirnya
Dan rapunzel ? ia akan berhasil keluar dari menara tinggi di akhir cerita.
Tidak ada yang abadi pun dengan kebahagiaan dan kesedihan .
Tidak ada gunanya meratapi dan menyesali , bahkan jika kau terpuruk tetap tersenyum dan hadapi karena tidak mungkin semua akan tetap sama karena hidup akan terus berputar
Dan akan tetap berputar , walau kamu diam tapi sekelilingmu akan tetap berputar.
Jadi , tetap tersenyum dan tetap bahagia

Dari aku yang sedang belajar menerima dan menghadapi semua yang tidak menyenangkan .

source : https://www.etsy.com/listing/129946943/february-wreath-85x11?utm_source=Pinterest&utm_medium=PageTools&utm_campaign=Share

surat izin untukmu

Hai , tulisan ini aku tujukan kepada kamu yang hatinya jauh entah dimana tapi raga nya masih berada di sekitarku dan kenangan tentang nya masih berputar di pikiranku .
Apa kabar? Kau tahu canggung rasanya harus menuliskan sebuah surat cinta untukmu .
Ah , surat  cinta?
Kau pasti tertawa membacanya , atau mungkin kau merasa mual membacanya.
Aku tidak pernah tahu apakah tulisan ini layak disebut surat cinta dan kenapa harus kamu yang dituju. Apa itu artinya aku mencintaimu? Atau itu artinya aku “masih” mencintaimu ?
Entahlah . tapi sebelum pada akhirnya kau menutup surat ini setidaknya biarkan aku memberi tahu mu sesuatu.
Aku tidak tahu lagi apa yang sedang terjadi , pergulatan batin berbulan bulan ini menjadi semakin rumit setiap harinya. 
Entah siapa yang memenangkannya ego kah atau akal sehat. 
Ego ku untuk tetap bersama mu walaupun aku meyakini bahwa kau sudah tidak sendiri , atau akal sehatku yang memilih pergi walau aku tidak yakin kau sudah berdua.

Aku sudah tidak peduli, bahkan jika aku kehilangan sosok mu pun aku sudah tidak terlalu peduli.
mungkin lebih baik seperti ini. 
tetap seperti ini.
tetap bersama, saling menjaga, saling mendoakan. saling membantu untuk membahagiakan.
lupakan tentang bersama, karena tetap bersama pun aku sudah merasa cukup.
walau jika pada akhirnya bersama pun aku tidak akan menolak.
Mungkin kau akan bertanya-tanya karena surat tentangmu masih akan  ada beberapa , dan mungkin salah satunya akan benar-benar dibaca olehmu . anggap saja aku diambang keputus asaan untuk terus berjuang dan berharap untukmu atau memutuskan untuk berhenti dan meninggalkan mu.
Lewat surat-surat yang nantinya akan aku tuliskan mungkin kamu menganggapnya angin lalu tapi untuk ku terkadang disanalah sumber kebahagiaan untuk bertahan berasal.
izinkan aku menceritakan sedikit tentang mu di surat- surat berikutnya karena hanya kenangan tentangmu yang masih melekat.


Dari aku , yang terlalu lelah mencoba tapi terlalu resah untuk menyerah

dia? kembali.

Dia datang kembali , meski ada yang berbeda.
Dia tetaplah sosok yang dulu aku kenal , sosok yang dulu pernah begitu akrab denganku .
Entah harus bersikap seperti apa , tapi sejujurnya bolehkah aku mengakuinya? Aku senang dia kembali datang .
Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi ,apakah ini semacam permainan yang dia ciptakan , atau alam memang sedang berkonspirasi untuk menguji keteguhan hatiku untuk kesekian kali setelah aku berkata “aku melepaskannya”
Cukup lama bersama sesungguhnya tidak pernah mudah untuk melepaskan , tapi bersama pun menjadi hal yang tidak mungkin .
Mungkin dia tidak pernah paham tapi aku bukan orang yang aka berjuang mati-matian jika aku sendiri belum yakin .
Tapi dengan kembalinya dia , aku kembali mempertanyakan satu hal “apa yang akan aku lakukan?”
Apakah aku akan memperkuat pertahanan hatiku agar dia jangan sampai masuk dan mengobrak-abrik lalu ditinggalkan seperti dahulu?
Atau apa aku akan tetap membiarkan dia masuk dan membuatnya menetap ,
Atau aku justru bersikeras membiarkan nya melakukan apapun yang dia inginkan dan bersikap acuh?
Ah , entahlah tapi acuh pun aku tak bisa aku terlalu lemah, terlalu sayang tepatnya.

Dia datang kembali , meski ada yang berbeda.
Dengan hati yang ( mungkin) telah terisi , entah oleh siapa
Dengan tangan yang (mungkin) sudah menggenggam tangan yang lain
Dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan , aku terlalu lemah jika berhadapan dengannya.
Aku ingin berlari , ingin sembunyi
Naik ke atas gunung tertinggi hingga dia hanya melihatku sebagai titik kecil yang sangat jauh
Aku ingin berlari , ingin sembunyi
Tenggelam ke dalam lautan yang paling dalam hingga dia hanya melihatku sebagai buih ombak yang menyapa daratan.
Tapi tidak pernah bisa karena dia akan selalu berkata “aku ikut”
Bagaimana aku bisa sembunyi jika dia selalu ada di sekitarku?
Bagaimana aku bisa berlari jika dia selalu ada tepat ti belakangku?
Bagaimana aku bisa berhenti jika alasanku tetap berjalan adalah dia.

Dia datang kembali , meski dengan sesuatu yang berbeda.
Dan tidak ada yang berbeda dariku karena aku tetaplah menunggunya.
Masih menunggu
Dan terus menunggu
Dan akan menunggu
Sampai aku sendiri lupa berapa lama aku harus menunggu
Sampai aku sendiri lupa rasanya menunggu
Sampai aku sendiri lupa mengapa aku menunggu
Sampai aku sendiri lupa siapa yang sesunggguhnya sedang ditunggu.



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS